HARIANWARTA.COM
Harianwarta.com : HarianWarta Berita Teraktual Jakarta harianwarta.com Taksi online Jurumudi.com ojek online Toko  shop Taketama.com 081212360030

Bangun Rusun, Ahok Segera Ambil Alih Kantor Sudin Tenaga Kerja Jaktim

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menggenjot pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di Ibu Kota. Terbaru, Ahok berencana merobohkan kantor Sudin Tenaga Kerja di Jakarta Timur untuk dibangun rusunawa. "Semua bidang Jakarta kita ambil bahkan kantor Sudin Tenaga Kerja mau kita ambil di Jakarta Timur. Ada dua hektar lebih untuk bikin rusun, bawahnya kantor," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015). Ahok ingin di bawah bangunan rusun itu dibangun pasar. Dengan begitu, konsep rusun terpadu tersebut bakal menyerupai apartemen yang tergabung dengan mal seperti milik swasta. "Jadi kita nggak bilang Jakarta mana (yang mau dibangun rusun), semua tempat wilayah ada rusun terpadu. Bawahnya pasar," papar dia. Klikgambar.

full story

harianwarta.com

Ahok Tolak Boy Sadikin dan Mohammad Taufik

Profil merakyat sejukabadi.com Nama Boy Benardi Sadikin dan Mohammad Taufik santer diberitakan sebagai calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, ketika Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur DKI Jakarta. Namun, pria yang akrab disapa Ahok menolak untuk menandatangani pengajuan nama Cawagub DKI dari dua partai pengusung itu. "(Diajukan-red) Nggak apa-apa. Gue ngga mau tanda tangan boleh dong (Kalau usulannya Boy sama Taufik-red)," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (13/10/2014). Dia mengklaim kale pengajuan Cawagub DKI harus melalui dirinya. Kalau itu terjadi, dia tidak mau menandatangani usulan Cawagub DKI itu. "Kan usulan mesti dari saya kan. Ya udah ngga usah tanda tangan," ucapnya. Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Jhonny Simanjuntak menuturkan bahwa berdasarkan isu di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) DKI PDIP kalau Boy Sadikin yang dicalonkan menjadi Cawagub DKI. Namun, untuk kepastian menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. "Secara formal belum, tapi dikalangan DPD nama pak Boy Sadikin yang dicalonkan jadi Cawagub DKI. Sampai saat ini belum ada pembahasan," tuturnya. Dia mengatakan bahwa Ahok tidak punya hak untuk menolak usulan dari partai pengusung. Karena berdasarkan Undang-Undang 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, calon wakil gubernur diajukan oleh Partai pengusung saat Pemilukada Jakarta 2012 lalu. "Dia tidak punya hak untuk menolak. Karena yang memilih harus dari partai pengusung," ungkapnya.

full story

harianwarta.com

Warga Manggarai dan PT KAI Mediasi Lagi terkait Penggusuran

Harianwarta.com, Jakarta - Rencana penertiban rumah warga RT 1 RW 12, Jalan Saharjo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan belum menemukan titik temu. Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan telah memediasi antara 11 kepala keluarga (KK) yang terkena penertiban dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) pada Selasa 2 Mei lalu. Namun, rencana itu batal lantaran tak ada warga yang hadir. "Pak Kapolres tidak berkenaan melanjutkan mediasi lantaran yang datang hanya perwakilan warga, bukan seluruhnya, yakni 11 penghuni bangunan," kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta saat dikonfirmasi, Rabu 3 Mei 2017. Rencananya, Kapolres Metro Jaksel akan memediasi lagi pada Jumat 5 Mei mendatang. Nantinya, warga boleh mengungkapkan apa saja keinginan mereka. "Ini merupakan upaya menyelesaikan masalah dengan melakukan musyawarah, agar terjalin kesepakatan," jelas Purwanta. PT KAI akan menertibkan 11 bangunan di Jalan Saharjo, Manggarai, Jakarta Selatan. Lahan 1.150 meter persegi itu rencananya akan digunakan untuk proyek jalur kereta khusus ke Bandara Soekarno-Hatta. Namun, warga Manggarai menolak penggusuran dan menggelar aksi blokir jalan. PT KAI dan warga saling mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut. Pihak PT KAI pun siap memberikan ganti rugi biaya pembongkaran bangunan, dan meminta Pemprov DKI menyediakan rusun.full story

harianwarta.com

Ratna Sarumpaet: Jangan Pilih Ahok Lagi Dalam Pilkada DKI 2017

Profil merakyat sejukabadi.com Aktivis Ratna Sarumpaet menuding ada kejahatan tersembunyi antara Ahok dengan para investor dan pengusaha properti Indonesia di Kampung Pulo. Itu yang ditegaskan Ratna dalam acara gerakan #lawanAhok di Markas Pergerakan Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 43 Jakarta Selatan (5/9). “Di kampung Pulo kejahatan Ahok dengan investor,” ujarnya. Ratna masih enggan membeberkan kartu trufnya soal kejahatan tersembunyi macam apa yang tengah disusun Ahok di Kampung Pulo. Namun dia ingatkan warga Jakarta bahwa Ahok sangat tertarik pada bisnis. Dia juga memiliki relasi yang kuat dengan raja properti Agung Podomoro Group (APG). “Dia memang orang Podomoro, dia penasehat dan dibayar oleh Podomoro saat jaman Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta). Makanya harus dicurigai. Ketertarikannya pada bisnis sangat kuat,” katanya. Ratna membantah tudingannya tersebut sebagai bentuk provokasi kepada masyarakat. Ia mengaku tindakannya untuk mengingatkan warga Jakarta agar tidak lagi memilih Ahok dalam Pilkada Jakarta 2017 nanti. “Apa yang dilakukannya bertahun-tahun ya memang sebagai orangnya Podomoro. Aku mengingatkan pentingnya Ahok tidak memimpin Jakarta lagi,” tandasnya.full story

harianwarta.com

Setelah Golkar, Elemen Ormas Pendukung Kumpul Dukung Ahok

Profil merakyat sejukabadi.com Jakarta – Ketua Umum Pusat Garda Pemuda Nasdem, Martin Manurung mengajak elemen masyarakat dan para pendukung Ahok untuk tetap berusaha konsisten mendukung Ahok pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Menurutnya, pengumpulan KTP yang dilakukan oleh Relawan Teman Ahok sudah mencapai angka diatas satu juta sebagai prasyarat maju sebagai Bakal Cagub di jalur independen. Selain itu dukungan Partai Politik yang sudah menyatakan mendukung Ahok selain Nasdem juga ada Hanura dan Golkar. “Kita Sudah melebihi ambang batas minimal 22 kursi atau 20% dari jumlah DPRD DKI kalau mau ambil dari dukungan parpol. Karena bila dijumlahkan sebanyak 24 Kursi, yaitu Partai Nasdem 5 kursi, Partai Hanura 11 kursi dan Golkar 9 kursi. Dengan demikian total sudah 24 kursi,” jelasnya dalam Acara Buka bersama, di Setiabudi Building, Jakarta Selatan, seperti dikutip Halloapakabar.com, Kamis (24/6). Atas dasar itu, Martin meminta para pendukung Ahok, seyogyanya jangan mendikotomikan pengertian antara jalur Independen dan Jalur Partai. Sebab fokus utamanya adalah memenangkan Ahok di Pilgub 2017 mendatang dan Ahok bisa melanjutkan untuk memimpin DKI kedua kalinya,” ujarnya. Martin nengatakan, Masyarakat Jakarta saat ini masih membutuhkan figur pemimpin seperti Ahok. Maka sebagai Induk dari Garda Pemuda Nasdem harus memberiksn dukungan penuh. Karena sebelumnya Partai Nasdem sudah memberikan dukungan ke Ahok tanpa syarat apapun. “Garda Pemuda Nasdem akan selalu Patuh dengan Induknya, apapun yang dilakukan oleh Ahok sepanjang untuk perbaikan Jakarta maka kami Garda Pemuda Nasdem akan selalu mendukung tanpa syarat apapun. Bahkan bila nanti Ahok memenangkan Pilgub maka kami tidak berurusan terhadap penempatan kader-kader partai di pemerintahan propinsi dan itu merupakan Hak Prerogratif Ahok,” paparnya. Acara buka bersama para pendukung Ahok dihadiri dari berbagai elemen seperti, Angkatan Muda Pembaharuan Golkar, Pemuda Hanura, Teman Ahok, Muda mudi Ahok, Ale ale Ahok, Ahok Garis Keras (AGK), Batman (Basuki Tjahaja Purnama Mania), dan berbagai simpatisan lainnya. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga sempat melepaskan senyumannya saat diberikan surat dukungan resmi dari Partai Golkar. Ahok datang ke kantor DPD Partai Golkar DKI di Jl Pegangsaan Barat, Menteng, Jakarta Pusat di wakti yang sama. Surat itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham. Ahok melepas senyuman begitu mendapat surat resmi dukungan yang diberikan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. “Terima kasih atas nama pribadi dan keluarga. Saya siap melaksanakan tugas dan berusaha semaksimal mungkin tidak akan mengecewakan apa yang diharapkan. Suara Golkar adalah suara masyarakat,” ujar Ahok.full story

harianwarta.com

Terpilih Gubernur, Anies: Memimpin Jakarta Amanat yang Besar

Harianwarta.com sejukabadi.com VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan mengatakan, amanat yang diemban untuk memimpin Jakarta merupakan amanat sangat besar. "Kami masih menunggu sampai periode kami mulai, kami berharap doa dari ibu dan bapak semua," ujarnya. Hal itu dikemukakan Anies, usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Periode 2017-2022 yang digelar KPU DKI Jakarta, Jumat, 5 Mei 2017. Anies berterima kasih kepada KPU yang telah menyelenggarakan Pilkada DKI Jakarta 2017 dengan seksama dan baik. "Insya Allah menjadi contoh bagi penyelenggaraan pilkada di berbagai tempat," ujarnya. Dia mengungkapkan, pihaknya tidak akan melupakan KPU usai pilkada ini. "Kami pastikan beliau-beliau ada kursinya di bagian depan ketika pelantikan nanti," kata Anies. Menurut Anies, pada penyelenggaraan pilkada tanggal 19 April 2017 lalu, warga Jakarta telah berhasil menunjukkan kepada diri sendiri, Indonesia dan dunia bahwa pelaksanaan pilkada berjalan sejuk dan damai. "Tidak ada alasan kita curiga akan ada kekerasan," ujarnya. Anies menuturkan, pelaksanaan pilkada yang damai itu bukan sebuah kejutan. "Pilkada damai membuktikan bahwa selama ini kita selalu damai," ujarnya.full story

Ahok: Pemprov Harus Ambil Alih Perusahaan

Harianwarta.com : HarianWarta Berita TeraktualAir Minum Palyja-Aetra

Harianwarta.com, Jakarta - Pembangunan dan kesejahteraan di Ibu Kota hingga kini masih belum merata. Tidak sedikit warga di daerah pinggiran mengalami kesulitan air, kekurangan gizi dan kesulitan buang air besar (BAB). Mengetahui hal itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau akrab disapa Ahok menyatakan, pihaknya perlu mengambil alih dua perusahaan swasta pengelolaan air minum dan air bersih, PT Palyja yang berasal dari Prancis dan PT Aetra dari Inggris. "Itu yang saya bilang, kita harus ambil alih Palyja dan Aetra karena sekarang peraturan itu yang lemah. Coba kalau nggak digugat kemarin, yang citizen law suit (CLS). Yang CLS kan jelas masalah, kita nggak bisa beli. Sekarang kita tegaskan PAM yang beli," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (31/8/2015). "Ambil alih PAM karena sudah ada peraturan perjanjian, sebelah barat dikuasai Palyja dan timur Aetra. Jadi kita enggak bisa supply air ke mereka. Dirut PAM yang lama juga ngeyel terus. Nah, sekarang kita ganti yang baru sudah mulai bergerak nih. Kita sudah targetkan, hitung saja bertiga gimana toh, putusan MK kan dari hulu tidak boleh," sambungnya. Mantan Bupati Belitung Timur itu juga ingin setiap rumah warga dipasang pipa air bersih secara gratis, tanpa pungutan biaya sebesar Rp 1.050 seperti yang selama ini diberlakukan. Ahok menyebut pihaknya sudah tiga kali mengirimkan surat kepada DPRD terkait hal itu, namun hingga kini belum mendapat jawaban. "Saya ingin tiap rumah dipasangin pipa. Gratis, enggak ada lagi bayar Rp 1.050. Kalau Rp 1.050, orang miskin boleh (dapat) 10 kubik per bulan. Ini DPRD belum keluar, sudah tiga kali surat saya kirim surat ini. Jadi kadang-kadang persoalan kita yang paling sulit itu tahu enggak, kita itu khawatir mengajarkan kebenaran kepada warga," kata dia. "Kalau kamu merasa tidak mampu ya kenapa mesti jual air Rp 1.050, sedangkan orang miskin belinya Rp 25 ribu. Kita mending sambungin karena dia enggak mampu bayar sambungannya Rp 2,8 juta. Kita sambung gratis, airnya (bisa dapat) Rp 10 ribu/kubik. Ada (untung) Rp 7 ribu sama-sama untung," lanjutnya. Menyoal gizi untuk balita, Ahok meminta untuk tidak ada lagi lelang makanan karena itu bisa menimbulkan keterlambatan distribusi. Sementara itu makanan merupakan kebutuhan pokok warga yang tidak seharusnya dilelang. "Enggak boleh lagi soal makanan untuk balita. Jangan lelang, kalau lelang kan telat. Ini kan kebutuhan mana bisa sih lelang, tunggu. Kenapa sih enggak masukin di e-catalog LKPP untuk makanan masing-masing lurah beli, mana yang kekurangan gizi," terang Ahok. Ahok memastikan hampir tidak ada masalah gizi buruk yang terjadi di Ibu Kota. Menurutnya, gizi buruk kebanyakan terjadi dari pendatang baru. "Kalau gizi buruk sih hampir enggak ada di Jakarta, kecuali pendatang ya," pungkasnya. full story

Jangan Pilih Ahok

Harianwarta.com : HarianWarta Berita Teraktual

Harianwarta.com, Pemilukada yang direncanakan akan digelar secara serentak pada 2017 mendatang memang masih cukup lama. Namun di Ibu Kota Jakarta langkah-langkah politik yang dilakukan oleh sejumlah calon yang akan maju untuk bertarung menjadi DKI 1 sudah mulai terjadi. Bahkan bekalangan ini semakin “panas” hingga memunculkan pro dan kontra di masyarakat Ibu Kota. Tapi diantara semua calon Gubernur DKI Jakarta, ada satu sosok yang selama ini menjadi pergunjingan dan sering kali mendapat perlawanan sengit dari para kompetitornya, Anda pasti sudah tahu siapa kan? Ya, dia adalah Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disebut Ahok. Sosok Ahok sekarang ini tidak bisa dipungkiri memiliki pamor yang tinggi di Ibu Kota Jakarta, tak lain karena sosoknya yang dikenal tegas (cenderung tempramen sebenarnya) dan punya visi misi yang kuat. Pamornya pun semakin melejit tepat sesaat dirinya memutuskan untuk maju dalam Pemilukada 2017 mendatang lewat jalur Independen. Hanya saja di balik pamornya sosok Ahok sebenarnya punya banyak hal negatif selama masa pemerintahannya di DKI Jakarta, sehingga sebagai pemilih yang cerdas seharusnya bagian-bagian tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Nah, inilah 7 alasan jangan pilih Ahok! Ahok Pemimpin yang Tempramen! 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatPria kelahiran Manggar, Bangka Belitung pada 29 Juni 1966 ini memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang cerdas. Hal tersebut pun terbukti dengan jenjang pendidikannya sebagai Insinyur dan Master Manajemen di dua Universitas berbeda. Hanya saja sosok Ahok memiliki satu karakter”spesial” yang melekat pada dirinya. Selain cerdas Ahok punya karakter tegas dan keras atau yang bisa disebut tempramen. Hal tersebut pun sudah kerap kali terlihat sejak ia masih menjabat sebagai Wakit Gubernur DKI Jakarta, bahkan semakin “terlihat” saat ia resmi menjabat sebagai Gubernur untuk menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden RI ke 7. Ahok dengan lugas, tegas dan kerap marah-marah kepada banyak orang, khususnya pada setiap bawahannya. Sikap Ahok yang tempramen tentu menjadi hal negatif baginya, bahkan sudah banyak kalangan yang menilai jika Ahok tidak pantas menjadi Gubernur dengan sikap tempramennya seperti itu. Eits tunggu dulu, sebenarnya penilaian tempramen yang sering kali menghebohkan banyak kalangan apalagi saat diliput media sebenarnya hanya penilaian satu sisi. Saya tidak akan menyebut Ahok tidak pemarah tapi “amukan” yang dilakukan oleh Ahok sebenarnya bukan tanpa alasan. Salah satu buktinya adalah saat Ahok memaki habis petugas KIR Dishub Jakarta Barat yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar. Seperti video di bawah ini. Sikap tegas Ahok pun berlanjut kepada seorang pemilik hotel yang mendesak agar pihak Pemprov mau memperpanjang izin hotelnya, seperti video di bawah ini. Nah, pertanyaannya “apakah “amukan” Ahok tersebut tidak pantas?”, “apakah seorang pemimpin yang marah pada petugas pungli dan pengusaha yang ingin melanggar Undang-Undang karena getol meminta perpanjangan izin usaha tidak pantas dimarahi?” Bukannya selama ini sudah terlalu banyak “bajingan” di perusahaan Negara yang dikeluhkan oleh masyarakat? Jangan pilih Ahok deh karena dia suka marahin orang yang salah (ini logikanya bagaimana?!). Ahok hanya Pencitraan Salah satu hal yang membuat Ahok punya popularitas yang tinggi di masyarakat Ibu Kota adalah karena visi dan misinya yang terlihat tegas dengan Undang-Undang dan juga kepetingan untuk rakyat. Hanya saja, hal tersebut pun terlihat seperti pencitraan pasalnya setiap kali Ahok menunjukkan tajinya untuk membela masyarakat ia selalu diliput oleh media. Hal tersebut pun membuat sebagian orang menilai jika visi dan misi Ahok yang pro rakyat hanya pencitraan semanta sehingga ia dinilai tidak pantas jadi DKI 1 di periode selanjutnya. Tapi, tudingan pencitraan tersebut sebenarnya hanya penilaian dari satu sisi semata, apalagi bagi mereka yang mungkin merasa terancam dengan tindakan tegas Ahok. Mau bukti? Video kedua di atas sebenarnya sudah punya cukup bukti pasalnya hampir setiap hari di kantor Ahok selalu dikerumuni oleh media. Jika memang Ahok melakukan pencitraan seharusnya ia bertindak tegas saat masih dalam masa kampanye dan jika memang pencitraan seharusnya sampai sekarang tidak ada satupun program yang berjalan. Karena yang namanya pencitraan hanya janji manis tanpa ada hasil, iya gak? Ahok adalah Gubernur yang Suka Menggusur Rakyat Kecil! Jangan pilih Ahok karena Ahok adalah Gubernur DKI Jakarta yang suka menggusur rakyat kecil yang tidak bisa melawan. Terbukti dari banyaknya penggusuran yang ia lakukan disana-sini salah satunya adalah penggusuran pedagang kaki lima di Tanah Abang, penggusuran di Kampung Pulo, penggusuran Kalijodo dan yang terbaru penggusuran di daerah Luar Batang. 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatPenggusuran yang dikomandoi langsung oleh Ahok sudah menjadi bukti alasan kuat untuk tidak memilih Ahok di pemilukada tahun 2017 mendatang. Karena tindakan tegasnya untuk menggusur rakyat kecil yang sudah puluhan tahun mendiami tempat tinggal mereka terbukti jika Ahok tidak pro dengan rakyat. Itulah alasan kuat yang selama ini dilayangkan oleh para lawan-lawan Ahok. Hanya saja lagi-lagi hal tersebut belum tentu benar, pasalnya penggusuran yang dilakukan oleh Gubernur Ahok sebenarnya lebih pro dengan rakyat kecil dan sangat mengutamakan kepentingan hak-hak warga DKI Jakarta lainnya. Terbukti dengan tertibnya pasar Tanah Abang yang dulu ramai di penuhi PKL dan premanisme, Kampung Pulo yang kini sudah lengang dan daerahnya sudah berfungsi seperti seharusnya dan praktek-praktek prostitusi yang marak di Kalijodo sudah berkurang. Hal tersebut sudah menggambarkan jika proses penggusuran yang dilakukan oleh Ahok sudah tepat apalagi mereka yang digusur pun sudah diberikan tempat yang lebih layak. Atau mungkin sebagian warga Jakarta memang lebih memilih hidup kotor, tidak sehat, sering kebanjiran dan penuh maksiat. Ahok Melakukan Korupsi dalam Pembelian Lahan RS Sumber Waras 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatJangan pilih Ahok karena dia tukang korupsi! Hal tersebut pun telah dibuktikan oleh temuan dari tim Auditor yang bersifat independen yaitu Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam temuannya tim investigasi BPK menemukan sejumlah kejanggalan dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras sehingga menyebabkan kerugian pada Negara hingga 191 miliar rupiah. Apakah seorang koruptor pantas untuk di pilih jadi DKI 1? 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatTunggu dulu, dugaan korupsi yang ditudingkan pada Ahok sampai sekarang masih dalam tahap pemeriksaan. Bahkan tim KPK pun belum meningkatkan kasus Sumber Waras ke tahap penyelidikan. Namun faktanya, tudingan korupsi ini sebenarnya memiliki sisi yang cukup aneh bahkan menurut saya sangat menggelikkan. Pertama, hasil audit masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 71 tahun 2012 yang mana sebenarnya PerPres tersebut sudah diubah ke Pasal 121 Peraturan Presiden Nomor 40 tahun 2014. Kedua perbedaan alamat, hasil audit menyebutkan jika Sumber Waras berada di Jalan Tomang Utara sedangkan lansiran resmi dari pihak Yayasan RS Sumber Waras menyebut jika RS Sumber Waras berada di Jalan Kiyai Tapa. Dan yang terakhir adalah perbedaan versi nilai NJOP yang digunakan oleh tim Audit dengan pihak RS Sumber Waras dan juga Pemprov DKI. 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpat Jangan Pilih Ahok karena Dia Tidak Diusung Partai Politik Selama ini pemilihan kepala daerah bahkan hingga Presiden dipilih melalui jalur demokrasi, hanya saja di balik itu selalu ada partai politik yang mengusungnya. Partai Politik selama ini dikenal sebagai partai yang memiliki basis pendukung yang loyal karena para pendukungnya percaya jika orang-orang yang akan ditunjuk oleh partai sebagai pemimpin akan menjadi sosok pemimpin yang pro dengan rakyat. Sementara Ahok maju di pemilukada 2017 tanpa diusung parpol yang hanya didukung oleh Teman Ahok. Jangan pilih Ahok karena ia tidak punya pendukung yang percaya jika ia pro dengan rakyat. Ok saya akui hal tersebut sangat mengada-ada dan tanpa memiliki landasan yang kuat bahkan logikanya terlalu dangkal! Faktanya partai politik sekarang ini justru telah banyak menjadi pesakitan. Bahkan sudah bukan rahasia lagi jika pemimpin-pemimpin yang diusung dari partai justru tidak pro dengan rakyat. Korupsi dimana-mana, lebih mementingkan kepentingan partai ketimbang rakyat, saling berbagi “tambang emas” dalam program untuk rakyat bahkan lebih mementingkan kepentingan pribadi mereka seperti yang pernah saya tulis dalam artikel 5 Permintaan Dewan Rakyat Paling Memalukan. Apakah ini bukti jika calon yang diusung oleh partai politik yang punya banyak pendukung lebih pro dengan rakyat? Jangan Pilih Ahok karena Bukan Muslim Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatSosok Basuki Tjahaja Purnama merupakan salah satu umat Kristiani yang ada di tanah air. Jadi jangan pilih Ahok karena Ahok bukanlah seorang umat Muslim, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ali’Imran ayat 28, surah An-Nisa ayat 144 dan surah Al Maidah ayat 57. Yang mana dalam ketiga surah tersebut umat Muslim dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Jadi jangan pilih Ahok! Tapi, apakah benar dengan kepemimpinan seorang muslim dapat menjamin pemerintahan Ibukota tanpa korupsi? Apakah benar dengan pemimpin berkeyakinan muslim sudah pasti dapat mewujudkan pemerintahan Ibukota yang pro kepentingan rakyat? Data membuktikan bahwa kementerian agama dicap ‘terkorup’ dengan menduduki peringkat paling bawah dalam indeks integritas tahun 2011, yang mana menunjukkan banyaknya praktek suap dan gratifikasi instansinya. Ini berarti, keyakinan seseorang bukanlah standar kepimimpinan yang layak dan bersih dari korupsi. Lagipula, walaupun dengan jumlah penduduk yang mayoritas islam, negara Indonesia tidak berdiri dengan sistem pemerintahan dan hukum islam secara resmi. Indonesia mengakui keabsahan 5 agama lainnya, yang kemudian akan menjadi tidak adil jika pemilihan pemimpin dikaitkan dengan aturan agama tertentu saja. Jangan Pilih Ahok karena Bukan Pribumi Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatBasuki Tjahaja Purnama merupakan pria keturunan Tionghoa bahkan ia memiliki nama Zong Wanxue. Nah, mana ada orang pribumi yang memiliki nama seperti itu? Jadi jangan pilih Ahok karena dia bukan pribumi! Alasan ini tentu menjadi alasan yang konyol dan tidak masuk akal. Siapa bilang Ahok bukan orang Indonesia? Coba cek akta kelahiran Ahok, coba cek Kartu Tanda Penduduk Ahok apakah disebutkan jika Ahok bukan orang Indonesia? Inilah salah satu bukti jika masih banyak orang yang bersikap rasis di tanah air. Padahal, Indonesia pun telah lama menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara yang mana telah mengatur semua hak untuk setiap warga Negara Indonesia termasuk suku, agama dan etnis yang ada di Indonesia. Nah, tidak mengakui ke-pribumi-an Ahok berarti tidak mengakui Dasar Negara Indonesia. Apakah perlu saya ingatkan lagi orang-orang pribumi yang justru melanggar hak-hak masyarakat Indonesia? Mungkin Anda punya pendapat yang berbeda tentang 7 alasan di atas. Atau bahkan mungkin kita sendiri sebenarnya belum siap dengan perubahan, belum siap dengan kebenaran, belum siap bangkit dari penindasan, belum siap melepaskan diri dari perbudakan dan belum siap untuk keluar dari pembodohan. Well, mungkin sebaiknya memang jangan pilih Ahok! Artikel ini bukan untuk menjelek-jelekan pihak lain atau mempromosikan pihak-pihak tertentu.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Harianwarta.com : HarianWarta Berita Teraktualmemberangkatkan umrah 30 orang marbut (penjaga masjid) di Jakarta

Harianwarta.com, Profil merakyat sejukabadi.com Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melepas 30 marbut atau penjaga masjid untuk berangkat umrah di Balai Kota, Selasa, 16 Desember 2014. Para marbut yang berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 18 Desember 2014, ini dianggap lulus seleksi.

"Program ini yang pertama di Jakarta, tapi waktu saya masih jadi Bupati Belitung Timur, saya juga sering mengumrohkan marbot di sana," kata Ahok.

Sebanyak 30 marbut yang diberangkatkan umrah ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan Biro Pendidikan dan Mental Spiritual Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Para marbut akan menjalani umrah selama sepuluh hari. Selain itu, tahun ini para marbut juga mendapat insentif sebesar Rp 2,7 juta melalui rekening tabungan.

Salah seorang marbut yang diberangkatkan umrah, Muhammad Hasan Ale, 52 tahun, bersyukur. "Saya benar-benar tidak menduga, sampai terharu bisa dapat kesempatan ini," ucapnya dengan wajah sumringah. Pria yang sehari-hari menjaga Masjid Al Muhajirin, Kampung Mangga, Tugu Selatan, Jakarata Utara, itu menjelaskan terpilih setelah melalui seleksi.

"Sekitar pertengahan tahun lalu saya didatangi petugas," ujar Muhammad. Dia kemudian diminta azan dan membaca Al-Quran. "Syaratnya cuma harus bisa azan dan hafal 10 surat. Azan dan mengaji mah udah kerjaan sehari-hari saya, makanya gampang sekali," dia bercerita. (Baca: Ahok Bongkar Pasang Pegawai Tiap Tiga Bulan)

Muhammad berharap program serupa bisa rutin dilaksanakan Pemerintah DKI Jakarta. "Baru kali ini saya merasa benar-benar diperhatikan pemerintah, semoga bisa jadi program rutin supaya marbot se-Jakarta bisa berangkat umroh juga."

full story

Berita 24 Jam

Sudah Ditagih, Sandiaga

Harianwarta.com : HarianWarta Berita TeraktualMalah Ngaku Ingin Sukseskan Program Ahok

Publik telah menyambut kemenangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam hasil real count KPU DKI Jakarta. Netizen pun langsung menagih sejumlah program yang telah digadang-gadang oleh calon pemimpin baru Jakarta ini. Namun Sandiaga justru mengaku ingin mendukung program Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlebih dahulu. Dalam masa transisi ini, mereka akan fokus mendukung program Ahok hingga 6 bulan ke depan. "Saya intinya sama Pak Anies akan fokus dalam rekonsiliasi karena ini membahas progran terburu-buru banget dan dini. Ini masih 6 bulan lagi. Program kita saat ini menyukseskan program Pak Ahok sehingga bisa khusnul khatimah," kata Sandiaga dilansir dari Detik, Sabtu (22/4). Sandiaga pun mengaku ingin menurunkan tensi politik usai Pilkada. Jika ia membahas mengenai program, dikhawatirkan akan memicu banyak perpecahan. "Kita sudah putuskan untuk tidak membahas program. Kita ingin turunkan tensi dulu karena penyataaan mengenai program-program itu memicu sebuah percakapan di sosial media, yang sangat memecah belah, saling ejek antar pendukung," jelas Sadiaga. Rekonsiliasi itu akan terus dilakukan hingga ada penetapan resmi dari KPUD DKI Jakarta. "Kita nggak akan spesifik bahas program sebelum penetapan awal Mei. Jangan mendahului keputusan resmi," tutupnya. full story

Read All Latest News
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Iklan Premium Harianwarta.com

Subscribe Newsletter

Blog Warta

Tips Cara Mengemudi Mobil

Posted by Harianwarta.com Dikirim oleh Tamnahu.com
Tips Cara Mengemudi Ala Tamnahu

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Polling

harianwarta.com

Apa saja yang harus di perbaiki oleh pemerintah terbaru nanti

Infrastruktur
Perekonomian
Pendidikan
Kesehatan
Hukum
Politik

Viwe Result
This template downloaded form free website templates