Harianwarta.com Berita Teraktual
Harianwarta.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan prihatin dengan vonis Mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum atau JPU. Meski lebih rendah dari tuntunan JPU, Kalla menyakini vonis tersebut telah dipertimbangkan baik oleh hakim. "Itu kan hakim kita tidak bisa campuri tentu kita prihatin ya, tapi ya ini keputusan hakim yang tentu dipertimbangkan dengan baik," kata Kalla di Istana Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018). Untuk itu, Kalla berpesan bagi siapa saja termasuk kader Partai berlambang beringin, agar mengambil pelajaran dari kasus mantan ketua DPR RI yang memperkaya diri melalui jabatan. "Ini juga peringatan siapa saja untuk tidak mengambil tindakan atau perbuatan yang melanggar hukum. Ya jangan mempergunakan perkaya diri dengan jabatan karena apa yang terjadikan (kasus Setnov) memperkaya diri dengan jabatan," ungkap JK. Diketahui pula, Jaksa KPK menuntut pidana pengganti kepada Novanto pengembalian kerugian negara sebesar 7,3 juta dolar AS selaku penerimaan e-KTP dan penerimaan jam Richard Mille seharga 135.000 dolar AS dikurangi uang pengganti Novanto sebesar Rp 5 miliar selama 1 bulan. Selain itu, jika Novanto tidak membayar uang pengganti, JPU KPK merampas harta Novanto dan melelang harta. Apabila tidak mencukupi, harta Novanto akan dirampas dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila tidak mampu membayar, Novanto dikenakan pidana penjara selama 3 tahun. Selain itu, hak politik Novanto pun ikut dicabut selama 5 tahun setelah bebas.
Chania

Related Comments

Sr. Ryan

But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?
Reply

Admin

But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?
Reply

S. Joshep

But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?
Reply

Add a Comment