Harianwarta.com Berita Teraktual
Tak jarang, dalam dinamika itu juga terdapat wacana yang menyesatkan masyarakat. Kali ini, jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tengah memarahi petani asal Ramunia yang berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumut April 2015 silam. Saat itu, Edy masih menjabat sebagai Pangdam I Bukit Barisan. Unjuk rasa tersebut dilakukan para petani terkait konflik lahan. Video itu pun kini kembali merebak setelah sempat hilang dari peredaran. Namun, bukannya secara langsung. Video itu menjadi iklan di youtube. Video itu muncul ketika pengguna medsos membuka salah satu channel video. Saat dibuka, warganet kaget disuguhi video berdurasi 1 menit 35 detik itu. Bisa jadi ini dilakukan oleh oknum yang ingin membuat kampanye negatif soal Edy. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut Syafrida R Rasahan mengaku, baru mengetahui video itu dari rekan-rekan media yang mengabarinya. Mereka akan menindaklanjuti video itu dengan menjadikannya sebagai temuan dugaan pelanggaran pemilihan. "Kami baru tau adanya iklan di media sosial terkait pemberitaan salah satu calon gubernur pada pasangan calon yang saat itu menjabat Pangdam I/BB. Bawaslu akan menjadikannya temuan, akan diproses apakah perupakan pelanggaran pemilihan dalam kategori kampanye hitam atau apakan ini murni tindak pidana pelanggaran UU ITE," kata Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan Dia menjelaskan, kajian video akan melibatkan banyak hal. Karena dia menduga, media yang menyangkan berita itu terindikasi sebagai perusahaan yang memang mengkomersilkan diri untuk kepentingan finansial. "Harus dikaji dulu, apakah ini bersinggungan dengan pelanggaran yang dilakukan orang yang memasang iklan. Dan bagaimana pula youtube dalam menerima iklan itu sendiri, karena ini kontennya politik negatif," katanya. Langkah cepat yang akan dilakukan oleh Bawaslu Sumut yakni, akan meminta agar tayangan video tersebut dihentikan. Hal ini mengingat masa kampanye sedang berlangsung. Sehingga video ini dapat mengakibatkan gangguan keamanan atau kekacauan dalam pelaksanaan kampanye.
Chania

Related Comments

Sr. Ryan

But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?
Reply

Admin

But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?
Reply

S. Joshep

But who has any right to find fault with a man who chooses to enjoy a pleasure that has no annoying consequences, or one who avoids a pain that produces no resultant pleasure?
Reply

Add a Comment