HARIANWARTA.COM
Hukum bisnis harianwarta.com Taksi online Jurumudi.com ojek online Toko  shop Taketama.com suntikbeton.com Bocor jakarta 081212360030, membrane, epoxy Injeksi Grouting(suntik beton)hardener
Waterproofing Membrane Torching Waterproofing Couting Waterproofing Couting Cement Bast Waterproofing Couting+Kasa Mat Epoxy Slef Leveling Epoxy Couting

Ada tiga Titik Gereja Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya

Harianwarta.com, Surabaya - Bom mengguncang kota Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 07. 50 WIB, Minggu (13/5). Ada tiga Titik Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya ada 9 orang meninggal sebanyak 40 orang yang luka di rumah sakit Dr sutomo surabaya, ada tiga buah lokasi yang ada aksi bom bunuh diri di surabaya. Ledakan terdengar di tiga lokasi yang waktunya hampir bersamaan di Gereja Katholik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Gereja Kristen GKI Diponegoro, dan Gereja Kristen GPPS Arjuna, Surabaya. “Tiga lokasi ledakan yang waktunya hampir bersamaan. Ada korban yang meninggal dunia dan ada masyarakat yang luka-luka tapi belum diketahui jumlahnya dan siapa korban tersebut. Saat ini masih dalam penanganan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di lokasi. Frans mengatakan bahwa saat ini di lokasi kejadian aparat kepolisian masih terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengidentifikasi kejadian. “Kami belum bisa menyimpulkan berapa jumlah korban. Semuanya masih melakukan olah TKP dan proses identifikasi,” kata Frans. Sahala (Harianwarta.com)

harianwarta.com

Jokowi: Kita Harus Sayang Petani dan Nelayan

Harianwarta.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi memuji para petani dan nelayan. Menurut Jokowi, kedua pekerjaan tersebut berkontribusi besar pada pangan masyarakat selama ini. "Kita harus sayang kepada petani dan nelayan yang sudah bekerja keras," kata Jokowi. Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat membuka pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XV di Stadion Harapan Bangsa, Lhoong Raya, Banda Aceh, Sabtu (6/5/2017). Dikutip dari Antara, pembukaan kegiatan tingkat nasional itu ditandai dengan pemukulan tambo oleh Presiden Jokowi, didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. "Saya sangat bahagia dan menunggu untuk bisa datang dan bisa bertemu dengan petani dan nelayan dari seluruh Tanah Air," kata Presiden. Dia mengatakan, jika tidak ada petani yang bekerja keras, masyarakat mau makan apa dan jika tidak ada nelayan yang bekerja keras maka masyarakat tidak tahu makan ikan apa. Dalam Penas KTNA, Jokowi juga sempat meminta sejumlah petani jagung dan kakao untuk berdiskusi langsung dan memberikan capaian yang telah diperoleh. "Apa yang disampaikan para petani ini akan menjadi motivasi bagi petani lainnya," kata dia.

Hukum bisnis harianwarta.com Taksi online Jurumudi.com ojek online Toko  shop Taketama.com 081212360030

Kapal Tenggelam KM Sinar Bangun

Harianwarta.com, Parapat Pihak berwenang mengerahkan lagi upaya pencarian para penumpang Kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, yang sempat terhambat cuaca buruk. Setidaknya 166 orang dilaporkan hilang oleh keluarga mereka. Polisi menyebut, kapal dioperasikan tanpa manifes perjalanan. "Sejauh ini satu orang dipastikan meninggal dan 18 selamat. Sementara penumpang lain yang belum ditemukan masih kita kumpulkan data persisnya. Tapi dari keluarga-keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya terus berdatangan," kata Kepala Kepala Pelaksana Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, kepada Hengky Harianwarta.com, Selasa (19/6). . Dari waktu ke waktu jumlah orang yang dilaporkan hilang terus bertambah. Sejauh ini BNPB menyebut, berdasarkan laporan para anggota keluarga itu, lebih dari 180 orang disebutkan sebagai penumpang yang masih hilang..full story

Hukum bisnis harianwarta.com Taksi online Jurumudi.com ojek online Toko  shop Taketama.com 081212360030

Karangan Bunga Untuk Polisi

Harianwarta.com, Jakarta Sejumlah karangan bunga memenuhi halaman Mabes Polri, Jakarta, Rabu pagi. Karangan bunga yang datang dari berbagai kalangan masyarakat ini umumnya mengapresiasi kinerja Polri dan TNI dalam menjaga persatuan Indonesia.full story

harianwarta.com

Pemerintah segera Membangun Jalan Tol Lintas Sumatera

Harianwarta.com, Jakarta : Ada kabar baik dari Pemerintah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Kemarin Presiden Joko Widodo memastikan, pembangunan tol Trans Sumatera akan mulai dibangun pada April 2015. Presiden menyatakan, tol Trans Sumatera penting bagi konektivitas, menghubungkan antara kota dengan kota, bahkan antar provinsi dengan provinsi lain. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berencana mengembangkan konsep High Grade Highway (HGH) pada Trans Sumatera. Konsep ini berupa jalan bebas hambatan dan jalan tol. Jalan bebas hambatan merupakan jalan yang bisa diakses secara gratis, sementara jalan tol ditetapkan biaya khusus. HGH diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan akses, mengurangi biaya transportasi, dan memberi stimulus terhadap pertumbuhan sektor industri, pariwisata, lapangan kerja, dan pertumbuhan regional. Ruas jalan Tol Trans Sumatera dibagi atas tiga lintasan, yaitu lintas utama, lintas penghubung, dan non lintas Sumatera. Lintas utama akan terbentang sepanjang pantai Timur Sumatera dari Bakauheni hingga Banda Aceh dengan perkiraan panjang jalan mencapai 2.048 kilometer. Jalan tol lintas utama ini akan didukung penghubung (feeder) sepanjang 770 kilometer, yaitu Sibolga-Tebing Tinggi, Padang-Pekanbaru dan Bengkulu-Palembang. Sementara jalur non-lintas Sumatera terbentang 25 kilometer dari Batu Ampar, Muka Kuning, hingga Bandara Hang Nadim di Batam Secara keseluruhan, jalan tol Trans Sumatera mencakup 24 ruas, pengusahaannya akan dilaksanakan dengan penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk tahap awal, pembangunan pada jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta. Sementara BUMN akan membangun empat ruas jalan tol. Pembangunan empat ruas Tol Trans Sumatera, yaitu ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, Palembang-Indralaya, Riau-Dumai, dan Medan-Binjai akan mulai dilakukan tahun 2015. Pembangunan ini tidak terlepas dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang telah disetujui DPR untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 290 triliun. Kita harus menyambut baik komitmen Pemerintah yang telah memberi kepastian ini. Meskipun pengerjaan suatu proyek jalan tol tidaklah semudah proyek pembangunan gedung atau industri perkebunan. Pembangunan proyek jalan tol membutuhkan dana yang besar sedangkan perputaran pengembalian investasinya memakan waktu hingga puluhan tahun. Masalah lainnya adalah pembebasan lahan. Hingga saat ini pemerintah Indonesia belum mengeluarkan regulasi terkait pembebasan lahan yang akan dijadikan jalan tol. Sehingga soal pembebasan lahan masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi investor jalan tol trans Sumatera. Pemerintah harus memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya kesediaan mereka dalam mempengaruhi percepatan pembangunan dan perekonomian Sumatera.

Ini bukan erupsi, kalau erupsi itu muncul dari lubangnya, yang menimbulkan kolom, kubah lava. Nah ini tidak, ini hanya guguran, tapi ini termasuk besar," ujarnya saat dikonfirmasi Senin malam.full story

harianwarta

Lima Peserta Pesta Gay di Surabaya Diduga Mengidap HIV

Harianwarta.com – Empat dari delapan tersangka kasus pesta gay yang disidik Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya diduga mengidap Human Immunodeficiency Virus atau HIV. Selain keempat tersangka, satu saksi yang juga ikut dalam party gay itu juga diserang virus penggerus sistem kekebalan tubuh itu. Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Shinto Silitonga, menjelaskan penyidik melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 14 peserta pesta gay di Hotel Oval Surabaya, untuk mengetahui ada tidaknya virus menular akibat hubungan seksual yang mereka lakukan. Dua uji kesehatan secara fisik dilakukan terhadap tersangka dan saksi, yakni mendeteksi ada atau tidaknya penyakit sifilis dan HIV/AIDS. "Dilakukan IMS atau infeksi menular seksual dengan mengambil sampel cairan alat kelamin masing-masing," kata Shinto di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 2 Mei 2017. Sampel cairan tersangka dan saksi, dibawa untuk kemudian diuji laboratorium. Uji ini untuk menentukan ada tidak dari mereka mengidap penyakit menular seksual macam sifilis. "Masih menunggu hasil laboratorisnya," ujarnya. Tersangka dan saksi, kata dia, juga mengecek fisiknya dengan metode rapid test dan cek darah untuk mendeteksi potensi HIV yang bersarang di dalam tubuhnya. "Jadi akurasinya 99 persen. Yang mengejutkan, dari 14 orang kami periksa, lima di antaranya positif mengidap HIV," tandasnya. Penyidik, menurutnya, telah menginformasikan soal hasil tes HIV itu kepada pihak keluarga maupun pihak tahanan, agar diperhatikan dan dilakukan penanganan secara khusus. "Agar segera diproses penyembuhannya," ucapnya. Diberitakan sebelumnya, polisi menggerebek pesta gay di Kamar 314 dan 203 Hotel Oval Jalan Diponegoro Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 29 April 2017. Sedianya, pesta itu digelar hingga Minggu malam, 30 April 2017. Pesta gay digelar atas undangan tersangka JPA alias AN melalui Blackberry Messenger. Setiap peserta dipungut biaya antara Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Selain memergoki sebagian peserta saat pesta seks, polisi mengamankan barang bukti, di antaranya kondom baru dan bekas. Sementara ini, polisi menetapkan delapan tersangka, termasuk JPA alias AN. Para tersangka dijerat dengan Pasal 32, 33, dan 34 Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 45 Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Klikgambar.

updated 12 minutes ago
harianwarta.com

Asal-usul Harta Ketua DPR dan Ketua MPR pada PPATK dan KPK

Klikgambar.

Sedangkan, pundi-pundi kekayaan Setya Novanto mencapai Rp 73 miliar dan US$ 17.781 per 2009. Jumlah itu naik 100 persen dari hartanya pada 2001 yang bernilai Rp 35 miliar. full story

updated 12 minutes ago

kronologi bentrok TNI-Polri di Batam versi tim investigasi

harianwarta.com, Taketama.com

Tim investigasi gabungan telah menyelesaikan penelusuran kasus bentrok anggota Batalyon 134 Tuah Sakti dengan Brimob di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam. Dari temuan yang didapat tim investigasi gabungan, terdapat sebuah lokasi penimbunan BBM ilegal, tepatnya di depan Perumahan Cipta Asri, yang dijaga oleh anggota TNI. Menurut hasil investigasi yang diumumkan hari ini, Selasa (14/10), kejadian ini terjadi pada hari Minggu (21/9) malam. Di lokasi terdapat beberapa anggota TNI yang berjaga. "Oleh karena itu, tim dari Polres dan Brimob melakukan penggerebekan," ujar Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya menyampaikan hasil investigasi di Jakarta. Selanjutnya, terjadi keributan di lokasi. Tim polisi merasa terdesak dan ingin segera keluar dari lokasi. Tetapi, lantaran kekisruhan sulit ditangani, maka AKP OYK menembakkan senjata untuk membuka jalan. Peluru tersebut memantul dan mengenai anggota TNI. Berhasil keluar dari lokasi, tim Brimob segera kembali ke markas. Beberapa saat kemudian, Markas Brimob didatangi oleh beberapa anggota Batalyon 134 Tuah Sakti. "Mereka ingin mengklarifikasi kenapa temannya ditembak," kata Fuad. Lantaran didatangi oleh beberapa orang, terdapat salah satu anggota Brimob yang merasa tentara akan menyerang. Anggota tersebut seketika memukul lonceng pertanda siaga. Bunyi tersebut didengar oleh para anggota Brimob yang sedang apel. Mereka seketika keluar dengan membawa senjata masing-masing. "Kemudian ada tembakan ke atas. tapi ada dua anggota TNI yang kena," ungkap Fuad. Selang waktu yang tidak terlalu lama, beberapa perwira mendatangi Markas Brimob. Akhirnya bentrok tersebut dapat diselesaikan.full story

Ruas Tol

harianwarta.comBakal Dibuka Gratis Saat Mudik Lebaran

Sejumlah ruas tol akan dibuka secara gratis saat mudik lebaran 2017. Ruas tersebut merupakan bagian dari jalan tol yang masih dalam proses pengerjaan namun akan dibuka secara fungsional atau tanpa dikenakan tarif. Kepala Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT) Herry Triputra Zuna mengatakan, untuk wilayah Jawa, ruas tol yang akan buka secara fungsional yaitu tol Batang-Semarang pada ruas Batang hingga Ngaliyan.‎ "Yang fungsional tol Semarang yang sampai Ngaliyan fungsional," ujar dia saat berbincang dengan harianwarta.com di Jakarta, Minggu (22/4/2017). Sementara untuk di luar Jawa, setidaknya ada 3 jalan ton yang akan dibuka secara fungsional, yaitu ruas tol Palembang-Indrakaya untuk seksi I. Kemudian tol Medan-Binjai seksi 1-seksi 3 serta Medan-Kualanamu-Tebing Tingga sekai 2-seksi 6. ‎"Di luar Jawa, Palembang-Indralaya seksi I, Medan-Binjai seksi 1, 2, 3 dam Medan-Kualanamu-Tebing tinggi seksi2-seksi 6," kata dia. Tol-tol tersebut saat ini masih dalam proses pengerjaan. Namun jika musim mudik Lebaran telah lewat, maka ruas-ruas tol tersebut akan kembali ditutup untuk melanjutkan pengerjaan. "Itu sudah fungsional. Digunakan tapi belum dikenakan tarif, karena belum (rampung). Akan ditutup lagi untuk dilanjutkan lagi pengerjaannya," tandas dia. full story

Dicemooh karena Tenggelamkan Kapal, Ini Respons Menteri Susi

harianwarta.com

Harianwarta.com, Yogyakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyadari ada sebagian orang yang mencemooh kebiasaannya menenggelamkan kapal. Dia dianggap sebagai orang bodoh yang hanya bisa menenggelamkan kapal. "Belakangan muncul anggapan menenggelamkan kapal itu adalah orang bodoh dan saya bisa menjelaskan. Kapal sebelum ditenggelamkan harus ditangkap dulu. Untuk menangkap kapal harus punya satelit, orang, kapal, dan yang jelas harus jadi menteri dulu buat memerintahkan," ujar Susi saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Kewirausahaan bertajuk "Innovation, Technology, dan Social Enterpreneurship" di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (6/5/2017). Ia mengatakan untuk menenggelamkan kapal diperlukan proses yang panjang. Mulai dari informasi awal, proses pencarian, sampai tindak lanjutnya. "Saya tidak yakin orang bodoh yang menenggelamkan. Paling tidak orang itu harus mengorganisasi dan kasih perintah jenderal bintang 3 dan 4. Kalau terlalu bodoh tidak mungkin didengarkan," ucap Susi. Susi menegaskan bahwa illegal fishing sangat merugikan Indonesia. Selama tiga dekade ikan di Indonesia selalu dicuri. Pencurian terlihat masif sejak 2004. Hal itu terbukti dari jumlah rumah tangga nelayan di Indonesia yang menurun dari 1,6 juta jadi 800 ribu. Dia mencontohkan pendapatan nelayan di Pangandaran, Jawa Barat. Jika pada era 1990-an bisa mencapai Rp 4,5 juta sampai Rp 7 juta per bulan, tapi mendadak hilang pada 2004. Menurut Susi, pada 2004 ada kebijakan nasionalisasi kapal-kapal ikan asing. Hal itu membuat semakin banyak kapal ikan asing yang beroperasi di lautan Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, ukuran kapal mencapai ratusan gross ton. Persoalannya, izin kapal itu digandakan, sehingga muncul kapal-kapal ilegal yang bisa beroperasi. Dia juga melihat aturan soal pengendalian dan operasional kapal asing di perairan ikan tangkap. "Ada satu pasal yang bilang boleh menenggelamkan. Jadi saya gunakan ini saja untuk melindungi laut dan ikan di Indonesia," tuturnya. Permen Nomor 56 dan 57 tentang moratorium kapal eks asing sengaja dibuat untuk mendukung langkahnya. Menteri Susi tidak menampik aturan di Permen itu diskriminatif. Akan tetapi, tujuan dan sasarannya jelas, yakni untuk kapal asing ilegal.

Rel kereta api Pulau Sumatera dimulai di Dumai

harianwarta.com

Penjabat Wali Kota Dumai, Arlizman Agus, menyatakan, rencana pembangunan rel kereta api akan dimulai Oktober 2015 mendatang dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Purnama. Selain itu, untuk peletakan batu pertama proyek rel kereta api lintas Sumatera ini dijadwalkan langsung dilakukan Presiden Joko Widodo. "Pemerintah sangat serius untuk membangun rel kereta api ini dan untuk peletakan batu pertama direncanakan oleh Presiden Jokowi Oktober depan," katanya, Senin. Ia menjelaskan, pembangunan rel kereta untuk akses transportasi massal ini dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat dan pengelola dengan mengandeng pihak ketiga. Sedangkan pemerintah daerah hanya diminta kesiapan lahan atau tempat untuk pembangunan rel tersebut dengan dibantu tim survei dari pihak kereta api. "Pembangunan rel kereta api dipusatkan di Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat, dan pemerintah daerah siap untuk mendukung kelancaran pelaksanaan proyek nasional ini," ungkap dia. Tujuan pembangunan rel kereta api ini, selain mendukung rencana sektor kemaritiman, juga sebagai salah satu transportasi massal antar Sumatera untuk kepentingan masyarakat umum, termasuk dunia usaha. Pembangunan rel kereta api sebagai salah satu implementasi percepatan akses transportasi massal ini direncanakan mengambil titik pusat di Kelurahan Purnama Kecamatan Dumai Barat. Ia berharap rencana pelaksanaan proyek ini bisa berjalan lancar tanpa kendala dan nanti memudahkan akses transportasi masyarakat serta mendukung percepatan kemajuan daerah.full story

Kampanye Hitam cagub Sumut

harianwarta.com

Dinamika pemilihan Gubernur Sumatera Utara semakin terus meningkat. Tak jarang, dalam dinamika itu juga terdapat wacana yang menyesatkan masyarakat. Kali ini, jagat maya kembali dihebohkan dengan beredarnya video calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tengah memarahi petani asal Ramunia yang berunjuk rasa di Gedung DPRD Sumut April 2015 silam. Saat itu, Edy masih menjabat sebagai Pangdam I Bukit Barisan. Unjuk rasa tersebut dilakukan para petani terkait konflik lahan. Video itu pun kini kembali merebak setelah sempat hilang dari peredaran. Namun, bukannya secara langsung. Video itu menjadi iklan di youtube. Video itu muncul ketika pengguna medsos membuka salah satu channel video. Saat dibuka, warganet kaget disuguhi video berdurasi 1 menit 35 detik itu. Bisa jadi ini dilakukan oleh oknum yang ingin membuat kampanye negatif soal Edy. Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut Syafrida R Rasahan mengaku, baru mengetahui video itu dari rekan-rekan media yang mengabarinya. Mereka akan menindaklanjuti video itu dengan menjadikannya sebagai temuan dugaan pelanggaran pemilihan. "Kami baru tau adanya iklan di media sosial terkait pemberitaan salah satu calon gubernur pada pasangan calon yang saat itu menjabat Pangdam I/BB. Bawaslu akan menjadikannya temuan, akan diproses apakah perupakan pelanggaran pemilihan dalam kategori kampanye hitam atau apakan ini murni tindak pidana pelanggaran UU ITE," kata Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan Dia menjelaskan, kajian video akan melibatkan banyak hal. Karena dia menduga, media yang menyangkan berita itu terindikasi sebagai perusahaan yang memang mengkomersilkan diri untuk kepentingan finansial. "Harus dikaji dulu, apakah ini bersinggungan dengan pelanggaran yang dilakukan orang yang memasang iklan. Dan bagaimana pula youtube dalam menerima iklan itu sendiri, karena ini kontennya politik negatif," katanya. Langkah cepat yang akan dilakukan oleh Bawaslu Sumut yakni, akan meminta agar tayangan video tersebut dihentikan. Hal ini mengingat masa kampanye sedang berlangsung. Sehingga video ini dapat mengakibatkan gangguan keamanan atau kekacauan dalam pelaksanaan kampanye.full story

Ibukota Negara Pindah? Kemana

harianwarta.com

WACANA pemindahan Ibukota Ne­gara In­donesia mendadak kembali men­cuat ke permukaan be­berapa waktu belaka­ngan ini. Hampir se­mua media menga­bar­kan wacana pe­mindahan Ibukota Ne­gara yang belum ada kejelasan kemana tu­juannya, bahkan hal ini sudah menjadi pro kontra di ma­syarakat luas, bahkan men­jadi semacam ba­han perang opini antara kelompok pro pemerintahan, dan yang selalu kontra dengan kebijakan pemerintahan. Kita harus tahu, bahwa wacana pe­mindahan ibukota negara bukan mencuat pada era saat ini. Bahkan, dalam buku “pe­mi­kiran Bung Karno” pada tahun 1950, wacana pemindahan ibukota ne­gara sudah dipaparkan, dan rencananya akan dipindah­kan ke kota Palangkaraya. Bah­kan, de­sainnya sudah ada, bahkan di kota tersebut su­dah berdiri sejak lama tugu sang prok­lamator. Namun wacana ter­sebut hanyalah sebatas rencana, karena Soe­karno sadar, bahwa memindahkan ibu­kota negara tidak sesimpel yang di­ba­yangkan, dan akhirnya rencana tersebut me­ngendap bersamaan dengan sejarah pemerintahannya. Namun, rencana pemindahan ibukota negara kembali mun­cul di era pemerinta­han Soeharto, yang kala itu berencana me­mindahkan ibukota negara ke daerah Jonggol, di Jawa Barat. Namun, pemikir­an yang sama dengan era Soekarno se­pertinya masih membayangi, bahwa me­mindahkan ibukota negara tidak semudah yang dibayangkan, banyak aspek yang ha­rus dipertimbangkan yang telah men­jadi kendala aktualisasi rencana tersebut. Di era Susilo Bambang Yudhoyono, ren­cana pemindahan ibukota negara me­mang tidak ada, namun saat itu SBY be­rencana memperluas cakupan ibukota ne­gara hingga ke daerah Bekasi di Jawa Barat, dengan nama “The Great Jakarta”. Na­mun, lagi-lagi rencana tersebut ha­nyalah sebatas wa­cana yang tidak pernah ada penyele­saian­nya maupun pem­ba­ha­san yang lebih serius. Akan tetapi, benarkah pemindahan ibu­kota negara sudah sangat mendesak dan harus dilakukan sesegera mungkin? Bu­kankah negara kita saat ini masih dalam tahapan pemba­ngunan yang membutuhkan biaya dan pemikiran yang besar dalam mewujudkannya? Saya rasa, pemindahan ibukota negara bukanlah kebutuhan yang mendesak untuk dilaku­kan, meski peme­rin­tah berkata bahwa peng­kajian akan mulai dilakukan pada 2018 mendatang. Bukan Hanya Masalah Anggaran Banyak yang beranggapan, bahwa pe­min­dahan Ibukota membutuhkan biaya yang sangat besar, sehingga Indonesia tidak akan mampu dengan segera me­mindahkan pusat pemerin­tahan begitu saja. Karena pemimpin bangsa terdahulu pun pasti sudah memikirkan besaran ang­ga­ran yang dibutuhkan untuk merea­li­sa­sikan pemindahan ibukota negara kita ini. Pernyataan diatas memang benar dan ma­suk akal, mengingat pemindahan ibu­kota negara pastinya akan menelan bia­ya hing­ga ratusan triliun rupiah. Me­ngapa? Kita bisa berkaca dari negara te­tangga, Malaysia, yang berhasil me­min­dahkan ibukota negara dari Kuala Lum­pur, ke Putra Jaya. Pemindahan pusat pemerintahan di Malaysia ini terjadi pada ta­hun 1999, dan menelan biaya yang sa­ngat besar, yakni 8,1 Miliar dolar AS, atau setara 107 triliun Rupiah. Itu ke­ja­dian pada tahun 1999, dan kita bisa ba­yangkan berapa biaya yang akan Indo­ne­sia keluarkan jika memin­dah­kan Ibu­kota pada saat ini. Malaysia memang berhasil dan lebih sukses setelah memindahkan ibukota negaranya, meski kediaman Sultan dan Ke­menterian perdagangannya masih tetap bermukim di Kuala Lumpur. Namun satu hal yang perlu kita catat adalah, letak geografis dari Putra Jaya tidak ter­lalu jauh dari Kuala Lumpur, sehingga biaya akomodasi pembangunan bisa dipangkas sebisa mungkin. Lalu bagai­mana dengan Indonesia yang kabar bu­rung­nya beredar bahwa ibukota negara akan dipindahkan ke Palangkaraya? Rencana pemindahan ibukota negara me­mang bukanlah hal baru ditelinga kita, bah­kan Jakarta memang sudah layak difo­kus­­kan sebagai pusat per­da­gangan dan eko­­nomi saja, karena me­lihat kepadatan pen­duduknya, dan kon­disi kemacetan yang saban hari semakin pa­rah. Namun, pe­mindahan ibukota ne­gara tidaklah se­simpel yang kita ba­yangkan, bukan pula semudah kita pin­dah rumah dari rumah yang satu ke ru­mah yang lain meski berbeda kota. Ada banyak hal yang harus di­per­tim­bang­kan dan dikaji lebih dalam, agar nan­tinya jikapun pemindahan ibu­kota negara dilaksanakan, tidak me­ning­gal­kan masalah, apalagi sampai mening­gal­kan beban negara yang begitu berat. Pemindahan ibukota negara bukan ha­nya memindahkan gedungnya saja, tapi ham­pir semua aspek juga harus dipindah­kan. Mulai dari gedung, infrastruktur pen­dukung seperti jalan raya, kereta api, lapa­ngan terbang berstandar internasio­nal, serta sistem keamanan yang baik dan khusus buat pemerintahan. Belum lagi sistem komunikasi yang harus lebih baik dari daerah lain guna menunjang pemerintahan, dan kemudahan terko­nek­si dengan sejumlah daerah lain di Indone­sia. Karena memindah­kan ibukota negara itu tujuannya agar lebih efisien dan efektif, bukan malah menjadi tertutup dari daerah lain bahkan dunia luar. Memang, jika menghitung besaran ang­garan yang akan digunakan untuk pemindahan ibukota negara, pastinya tidaklah sedikit. Bahkan, dalam waktu de­kat, tepatnya 2018 dan 2019 berdasar­kan informasi dari Direktorat Jenderal Pe­ngelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJP­PR) Kemenkeu, utang Indonesia akan jatuh tempo sebesar Rp 810 Triliun, de­ngan rincian Rp 390 Triliun pada tahun 2018, dan Rp 420 Triliun pada tahun 2019. Semua utang pemerintah saat ini me­­mang dipergunakan untuk pem­ba­ngu­n­an infrastruktur, meski utang negara kita masih tergolong kecil, yakni 28 per­sen dari PDB, sesuai yang diatur dalam UU keuangan negara yang mengatur mak­simal total utang yang diperboleh­kan, yakni 60 persen. Bahkan, utang ne­gara kita masih juga tergolong kecil, jika di­bandingkan dengan utang negara te­tang­ga, yang persentasenya lebih besar. Namun, dengan berbagai faktor yang ha­rus dipertimbangkan untuk pemindah­an Ibukota Negara, mulai dari Hardwa­re, Software, serta Brain­ware, perlu kajian yang lebih men­dalam, sebelum meng­ek­sekusi ke­putusan pemindahan tersebut, se­hingga kesalahan-kesalahan bisa terminimalisir, serta apa-apa saja yang harus tetap dipertahankan di Jakarta, agar kontrol terhadap pemerintahan, tetap ber­jalan sesuai dengan rencana. Dan pe­min­dahan ini bukan hanya berbicara me­nge­nai be­saran anggaran yang dibutuh­kan, akan tetapi, kesiapan negara kita, baik secara aspek sosial dan psikologis, juga harus menjadi pertimbangan penuh. Pemindahan ibukota negara diber­bagai belahan dunia memiliki alasan klasik dan bahkan hampir sama disetiap ne­­ga­ra yang melakukannya. Alasannya hanyalah satu, kepa­datan penduduk dan kemacetan yang melan­da ibukota negara awal. Malaysia, Myanmar, Kazakstan, Nigeria, Brazil dan Pakistan adalah contoh sukses dalam memindahkan ibukota nega­ranya. Pemerintahan beranggapan bahwa kinerja pemerin­tah tidak maksimal karena terkendala kema­cetan yang sudah melanda ibukota negara, sehingga, pemindahan pusat pemerin­tahan menjadi solusi cerdas dalam mendongkrak kesuksesan suatu negara. Tapi, apakah memang solusi itu tepat jika diterapkan di Indonesia? Kemacetan memang sudah menjadi masalah klasik di Jakarta sejak dulu, ditambah lagi dengan masalah kepa­datan penduduk yang setiap tahun bertambah karena keinginan se­tiap orang yang ingin menggapai sukses di ibukota. Pemindah­an ibukota negara memang bisa dikategorikan sebagai solusi untuk menghindari itu semua, guna menunjang kesuksesan peme­rintahan dalam membangun bangsa dan negara. Akan tetapi, saya rasa Indonesia belum cukup siap dengan kondisi bangsa saat ini. Negara kita masih rentan diterpa isu konflik intoleransi, bahkan ancaman dari dunia teror kerap menghantui keamanan negara kita, yang harus lebih serius untuk mena­nganinya. Ditam­bah lagi, saat ini negara kita masih dalam progres pembangunan infrastruktur dari Sabang sampai Merauke, yang seper­tinya benar-benar serius digarap saat era peme­rintahan sekarang. Sehingga, alangkah baiknya, pemerintah lebih memfokuskan diri menyelesaikan pembangunan infrastruktur negeri ini agar terhubung dengan mudah satu daerah dengan yang lainnya. Meng­hilangkan kesenjangan sosial yang masih begitu kental ditengah-tengah masyarakat, dan meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat, mungkin jauh lebih mendesak daripada pemindahan pusat pemerintahan semata. Bukan berarti, pengkajian pemin­dahan ibukota dihentikan, namun tetap bekerja dan menentukan target dari 3 sampai 5 tahun kedepan untuk dieksekusi. Untuk segenap rakyat Indonesia, juga harus lebih bijak dalam menyikapi wacana pemindahan ibu­kota, bukan malah menjadikan isu ini sebagai “sengketa” baru bagi massa pro pemerintahan dan yang kontra dengan pemerintahan. Karena segenap bangsa Indonesia, harus saling mendukung dan menopang, guna kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini. Dan kita harus sadar, bahwa rencana pemindahan ibukota barulah sebatas rencana, karena pemerintah juga paham betul banyak aspek yang ha­rus dipertimbangkan.Despon (Harianwarta.com)full story

Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Iklan Premium Harianwarta.com

Subscribe Newsletter

Blog Warta

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.
15:00 Mei 22, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.
15:00 Mei 22, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.
15:00 Mei 22, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.

Rel kereta api Pulau Sumatera dimulai di Dumai

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Karangan Bunga Untuk Polisi

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Kronologi bentrok TNI-Polri di Batam versi tim investigasi

Posted by Wartakan Di kirim oleh Regent
Ruas Tol Bakal Dibuka Gratis Saat Mudik Lebaran.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh A. Haris Ibrahim
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Polling

harianwarta.com

Apa saja yang harus di perbaiki oleh pemerintah terbaru nanti

Infrastruktur
Perekonomian
Pendidikan
Kesehatan
Hukum
Politik

Viwe Result

Polling

harianwarta.com

Apa saja yang harus di perbaiki oleh pemerintah terbaru nanti

Infrastruktur
Perekonomian
Pendidikan
Kesehatan
Hukum
Politik

Viwe Result
This template downloaded form free website templates