HARIANWARTA.COM
Harianwarta.com : Harian Warta Berita Teraktual Toko online shop Taketama.com 081212360030

Golkar Belum Tentukan Balon Dalam Pilgubsu 2018

Harianwarta.com (Asahan) - Partai Golkar sampai saat ini belum menentukan bakal calon gubernur yang akan diusung dalam Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) tahun 2018 mendatang. "Sampai saat ini Golkar belum menentukan siapa yang akan diusung di Pilgubsu nanti, " ungkap Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar Sumatera Utara, Anthon Sihombing di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Minggu (31/4) malam. Menurutnya, Partai Golkar belum menentukan sikap siapa sosok yang bakal diusung karena jadwal Pilgubsu masih terbilang lama. "Masih lama lagi," ungkap anggota Komisi V DPR RI tersebut. Ketika disinggung kader Golkar Sumatera Utara banyak yang menggadang-gadang sosok Ngogesa Sitepu, Anthon Sihombing tetap mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan. "Belum ada keputusan," ungkap politisi yang lahir di Tapanuli itu. Untuk mengambil keputusan tersebut, Partai Golkar akan menerima masukan dari berbagai pihak mulai dari DPD I Partai Golkar Sumatera Utara, Korwil dan juga hasil survey. "Semua ini belum ada," tandas Anthon sembari menegaskan siapapun nanti yang diusung partai maka seluruh kader wajib mendukungnya. Klikgambar.

full story

Harianwarta.com : Harian Warta Berita Teraktual

Dollar AS Perkasa, Industri Makanan-Minuman Dilanda Dilema

Nilai tukar rupiah yang sejukabadi.com melemah melampaui batas psiokologis 14.000 per dollar AS membuat dilema pelaku industri makanan dan minuman. Masalahnya, momen pelemahan nilai tukar berlangsung seiring turunnya daya beli masyarakat. Penurunan daya beli masyarakat ini tecermin dari melambatnya laju pertumbuhan ekonomi di semester I-2015 yang hanya mampu capai level 4,7 persen. Wakil Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Stefanus Indrayana menuturkan, ada tekanan biaya yang seharusnya diimbangi dengan kenaikan harga jual, akibat kurs rupiah yang tersungkur. “Tapi dilemanya, tidak mungkin menaikkan harga dalam kondisi begini. Karena kan daya beli masyarakat juga sedang tertekan,” kata Stefanus dalam diskusi bertajuk ‘Rupiah Terkapar, Bagaimana dengan Bisnis?’, Jakarta, Rabu malam (26/8/2015). Diakui Stefanus, nilai tukar yang sangat fluktuatif ini menyulitkan perencanaan bisnis. Namun begitu, dia memberikan saran, salah satu hal yang bisa dilakukan pelaku bisnis adalah memilah-pilah komponen produk. “Pilah-pilah mana komponen impor dan dalam negeri. Kalau ada yang bisa disubtitusi gunakan. Kita kelapa sawit bisa dari dalam negeri, cost lagi turun. Pembangkit listrik kita pilih dari gas atau batubara,” sambung Stefanus. Cara ini menurut Stefanus cukup ampuh untuk meredam membengkaknya biaya produksi. Jika ini dilakukan, besar kemungkinan tidak perlu ada kenaikan harga barang. “Sebab kalau harga dinaikkan, daya beli masyarakat turun, industri mamin juga malah akan makin susah,” ucap dia. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati mengatakan, melemahnya rupiah memberikan tekanan terhadap kinerja sektor industri manufaktur sebab, masih banyak komponen impor yang digunakan. Industri makanan-minuman juga salah satu yang masih mengidap ketergantungan impor. “Misalnya minuman kemasan. Harganya Rp 5.000, padahal komposisi terbesarnya itu kan air yang harganya paling cuma Rp 500. Yang bikin mahal itu apa? Kemasannya kan, karena kemasannya itu impor,” ujar Enny.full story

Harianwarta.com : Harian Warta Berita Teraktual

Partai Gerindra Usung Ketua DPD Jawa Barat Maju Pilkada Jabar

Harianwarta.com, Partai Gerindra telah memiliki calon gubernur Jawa Barat yang akan diusung pada Pilkada Jabar 2018. Dia adalah Mulyadi yang merupakan Ketua Umum DPD Partai Gerindra Jawa Barat. Menurut Sekjen DPD Partai Gerindra Jawa Barat Abdul Harris Bobihoe, keputusan ini merupakan hasil rapat pimpinan daerah Parrai Gerindra di Sentul, Bogor, beberapa waktu lalu. "Seluruh jajaran pengurus partai di Jawa Barat mendukung penuh Bapak Mulyadi untuk maju dalam Pilgub Jabar 2018, hal ini atas pertimbangan dan aspirasi pengurus, kader dan simpatisan Partai Gerindra yang ada di Jawa Barat," kata Harris seperti dikutip dari Antara, Rabu (3/5/2017). Menurut dia, sebagai kader sejati Partai [Gerindra sosok Mulyadi memiliki kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap visi dan misi perjuangan partai. Selain itu, kata Harris, sosok Mulyadi juga merupakan putra daerah yang memahami karakteristik sosio-kultur masyarakat Provinsi Jawa Barat. "Beliau sosok pemimpin muda yang berintegritas dan kreatif. Kepemimpinan kaum muda merupakan yang dirindukan oleh pemilih Jabar," kata Harris.full story

Harianwarta.com : Harian Warta Berita Teraktual

Bawaslu: Ahok - Djarot Paling Banyak Dilaporkan di Pilkada DKI

Harianwarta.com, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyampaikan sejumlah detail bentuk laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan 3 paslon (pasangan calon) peserta Pilkada DKI 2017. Hasilnya, pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok-Djarot Saiful Hidayat menjadi yang paling banyak dilaporkan selama Pilkada DKI 2017 baik putaran pertama dan kedua. "Agus-Sylvi 12 kali dilaporkan. Kemudian Ahok-Djarot 53 kali dilaporkan baik putaran pertama dan kedua. Anies-Sandi 22 kali dilaporkan," tutur Komisioner Bawaslu DKI Muhammad Jufri di Kantor Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (3/5/2017). Hanya saja, Jufri menjelaskan, laporan yang masuk ke Bawaslu tidak hanya seputar peserta Pilkada DKI 2017 saja. Pihaknya merinci sampai dengan penyelenggara pemilu hingga masyarakat selaku pemilih. "Untuk penyelenggara sendiri 76 kali dilaporkan. Mereka mencakup KPU Provinsi, KPU Kota, KPPS, PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih), dan lainnya. Untuk masyarakat dilaporkan sebanyak 143 kali," ujar dia. Untuk masyarakat yang dilaporkan, mereka tidaklah terkait dengan tim kampanye paslon peserta Pilkada DKI 2017. Mereka merupakan simpatisan yang bersikap di luar peraturan yang berlaku. "Seperti masang spanduk, ceramah di tempat ibadah, ada juga terkait bagi-bagi sembako. Tapi semua tidak terkait dengan paslon," beber Jufri. Sementara untuk pelanggaran yang dilakukan khususnya administrasi, Bawaslu mencatat paling tinggi dilakukan KPU dan pihak terkait lainnya. "Untuk pelanggaran administrasi Pilkada DKI 2017 putaran pertama dan kedua, Agus-Sylvi sebanyak 12 kali, Ahok-Djarot 25 kali, dan Anies-Sandi 26 kali. Sementara penyelenggara 74 kali yakni KPU dan jajarannya. Itu semua terkait hak pilih warga dan proses pemutaakhiran data pemilih," Jufri menandaskan.full story

Harianwarta.com : Harian Warta Berita Teraktual

Setelah Golkar, Elemen Ormas Pendukung Kumpul Dukung Ahok

Jakarta – Ketua Umum Pusat Garda Pemuda Nasdem, Martin Manurung mengajak elemen masyarakat dan para pendukung Ahok untuk tetap berusaha konsisten mendukung Ahok pada Pilgub DKI 2017 mendatang. Menurutnya, pengumpulan KTP yang dilakukan oleh Relawan Teman Ahok sudah mencapai angka diatas satu juta sebagai prasyarat maju sebagai Bakal Cagub di jalur independen. Selain itu dukungan Partai Politik yang sudah menyatakan mendukung Ahok selain Nasdem juga ada Hanura dan Golkar. “Kita Sudah melebihi ambang batas minimal 22 kursi atau 20% dari jumlah DPRD DKI kalau mau ambil dari dukungan parpol. Karena bila dijumlahkan sebanyak 24 Kursi, yaitu Partai Nasdem 5 kursi, Partai Hanura 11 kursi dan Golkar 9 kursi. Dengan demikian total sudah 24 kursi,” jelasnya dalam Acara Buka bersama, di Setiabudi Building, Jakarta Selatan, seperti dikutip Halloapakabar.com, Kamis (24/6). Atas dasar itu, Martin meminta para pendukung Ahok, seyogyanya jangan mendikotomikan pengertian antara jalur Independen dan Jalur Partai. Sebab fokus utamanya adalah memenangkan Ahok di Pilgub 2017 mendatang dan Ahok bisa melanjutkan untuk memimpin DKI kedua kalinya,” ujarnya. Martin nengatakan, Masyarakat Jakarta saat ini masih membutuhkan figur pemimpin seperti Ahok. Maka sebagai Induk dari Garda Pemuda Nasdem harus memberiksn dukungan penuh. Karena sebelumnya Partai Nasdem sudah memberikan dukungan ke Ahok tanpa syarat apapun. “Garda Pemuda Nasdem akan selalu Patuh dengan Induknya, apapun yang dilakukan oleh Ahok sepanjang untuk perbaikan Jakarta maka kami Garda Pemuda Nasdem akan selalu mendukung tanpa syarat apapun. Bahkan bila nanti Ahok memenangkan Pilgub maka kami tidak berurusan terhadap penempatan kader-kader partai di pemerintahan propinsi dan itu merupakan Hak Prerogratif Ahok,” paparnya. Acara buka bersama para pendukung Ahok dihadiri dari berbagai elemen seperti, Angkatan Muda Pembaharuan Golkar, Pemuda Hanura, Teman Ahok, Muda mudi Ahok, Ale ale Ahok, Ahok Garis Keras (AGK), Batman (Basuki Tjahaja Purnama Mania), dan berbagai simpatisan lainnya. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga sempat melepaskan senyumannya saat diberikan surat dukungan resmi dari Partai Golkar. Ahok datang ke kantor DPD Partai Golkar DKI di Jl Pegangsaan Barat, Menteng, Jakarta Pusat di wakti yang sama. Surat itu ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham. Ahok melepas senyuman begitu mendapat surat resmi dukungan yang diberikan Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Fayakhun Andriadi. “Terima kasih atas nama pribadi dan keluarga. Saya siap melaksanakan tugas dan berusaha semaksimal mungkin tidak akan mengecewakan apa yang diharapkan. Suara Golkar adalah suara masyarakat,” ujar Ahok.full story

Anies Baswedan Resmi Jadi Gubernur DKI Terpilih

harianwarta.com

Harianwarta.com – Pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno akhirnya resmi ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih Provinsi DKI Jakarta periode 2017-2022 dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah DKI. Anies dan Sandi ditetapkan resmi memimpin Jakarta menggantikan pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dalam rapat pleno terbuka yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Mei 2017. Dari hasil rapat pleno itu, Anies dan Sandi memenangi Pilkada DKI 2017 dengan raihan suara resmi KPU sebanyak 3.240.987 atau 57,96 persen. Anies-Sandi mengalahkan pasangan Basuki-Djarot yang hanya memperoleh suara sebanyak 2.350.366 atau 42,04 persen. "Maka, pasangan calon gubernur Anies Baswedan dan calon wakil gubenur, Sandiaga Uno, ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih," kata Ketua KPUD DKI, Sumarno.A Haris Ibrahim (Harianwarta.com)

PDIP Buka Peluang Usung Ridwan Kamil

harianwarta.comdi Pilgub Jabar

Harianwarta.com, PDI Perjuangan menegaskan terbuka peluang mengusung Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil atau Kang Emil, ke Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Tubagus Hasanuddin, mengatakan pihaknya juga terbuka untuk melakukan koalisi dengan parpol lain di Pilgub Jabar. "Bukan hanya Kang Emil, masih ada yang lain. Ya welcome saja. Tak ada masalah," kata politisi yang akrab disapa TB itu saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat 5 Mei 2017. Meski parpol satu-satunya yang bisa mengusung paslon sendiri, PDIP menekankan tetap melakukan penjajalan kemungkinan koalisi. Menurut TB, kondisi di Jawa Barat berbeda dengan di DKI Jakarta. "Ini kan bukan Jakarta. Semua mencair kok. Namanya politik tak ada beku seperti Jakarta. Kita sifatnya gotong royong. Sehingga dengan karakter gotong royong itu, mari kita selesaikan masalah Jawa Barat bersama-sama. Kami tidak egois ya," ujar anggota DPR di Komisi I itu. Dia menambahkan PDIP juga tak akan ngotot memaksakan kadernya untuk maju sebagai calon gubernur di Pilgub Jabar. Ia menyebut dalam politik, dinamika yang terjadi tak bisa dipastikan. "Kembali lagi. Kami bisa cagub. Tapi juga bisa cawagub. Kita lihat di lapangan. Kan ada survei. Meminta pendapat sepuh, para tokoh masyarakat. Mana yang paling baik untuk kepentingan rakyat Jawa Barat," kata TB. Proses Penjaringan Terkait nama calon, kata dia, sejauh ini belum mengerucut. Pasalnya, ia menilai dalam proses penjaringan masih harus melalui prosedur di DPD dan penjaringan di dewan pimpinan pusat (DPP). "Bisa jadi di DPD mengirim dua atau tiga. Nanti di DPP jadi berapa. Kemudian akan dilakukan penyaringan oleh DPP. Itu yang normatifnya," ujar TB. Namun, dari internal PDIP sudah bermunculan nama kader seperti Abdy Yuhana. Abdy saat ini menjabat sebagai Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat. "Dari struktural, setelah saya urutannya Pak Abdy. Dia cukup muda, S3, doktor. Soal Pancasila secara ideologis, dia mumpuni. Beliau juga pakar hukum. Cocoklah kalau ada di eksekutif," sebutnya.full story

Berita 24 Jam

Jangan Pilih Ahok

harianwarta.com

Harianwarta.com, Pemilukada yang direncanakan akan digelar secara serentak pada 2017 mendatang memang masih cukup lama. Namun di Ibu Kota Jakarta langkah-langkah politik yang dilakukan oleh sejumlah calon yang akan maju untuk bertarung menjadi DKI 1 sudah mulai terjadi. Bahkan bekalangan ini semakin “panas” hingga memunculkan pro dan kontra di masyarakat Ibu Kota. Tapi diantara semua calon Gubernur DKI Jakarta, ada satu sosok yang selama ini menjadi pergunjingan dan sering kali mendapat perlawanan sengit dari para kompetitornya, Anda pasti sudah tahu siapa kan? Ya, dia adalah Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disebut Ahok. Sosok Ahok sekarang ini tidak bisa dipungkiri memiliki pamor yang tinggi di Ibu Kota Jakarta, tak lain karena sosoknya yang dikenal tegas (cenderung tempramen sebenarnya) dan punya visi misi yang kuat. Pamornya pun semakin melejit tepat sesaat dirinya memutuskan untuk maju dalam Pemilukada 2017 mendatang lewat jalur Independen. Hanya saja di balik pamornya sosok Ahok sebenarnya punya banyak hal negatif selama masa pemerintahannya di DKI Jakarta, sehingga sebagai pemilih yang cerdas seharusnya bagian-bagian tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata. Nah, inilah 7 alasan jangan pilih Ahok! Ahok Pemimpin yang Tempramen! 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatPria kelahiran Manggar, Bangka Belitung pada 29 Juni 1966 ini memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang cerdas. Hal tersebut pun terbukti dengan jenjang pendidikannya sebagai Insinyur dan Master Manajemen di dua Universitas berbeda. Hanya saja sosok Ahok memiliki satu karakter”spesial” yang melekat pada dirinya. Selain cerdas Ahok punya karakter tegas dan keras atau yang bisa disebut tempramen. Hal tersebut pun sudah kerap kali terlihat sejak ia masih menjabat sebagai Wakit Gubernur DKI Jakarta, bahkan semakin “terlihat” saat ia resmi menjabat sebagai Gubernur untuk menggantikan Joko Widodo yang terpilih sebagai Presiden RI ke 7. Ahok dengan lugas, tegas dan kerap marah-marah kepada banyak orang, khususnya pada setiap bawahannya. Sikap Ahok yang tempramen tentu menjadi hal negatif baginya, bahkan sudah banyak kalangan yang menilai jika Ahok tidak pantas menjadi Gubernur dengan sikap tempramennya seperti itu. Eits tunggu dulu, sebenarnya penilaian tempramen yang sering kali menghebohkan banyak kalangan apalagi saat diliput media sebenarnya hanya penilaian satu sisi. Saya tidak akan menyebut Ahok tidak pemarah tapi “amukan” yang dilakukan oleh Ahok sebenarnya bukan tanpa alasan. Salah satu buktinya adalah saat Ahok memaki habis petugas KIR Dishub Jakarta Barat yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar. Seperti video di bawah ini. Sikap tegas Ahok pun berlanjut kepada seorang pemilik hotel yang mendesak agar pihak Pemprov mau memperpanjang izin hotelnya, seperti video di bawah ini. Nah, pertanyaannya “apakah “amukan” Ahok tersebut tidak pantas?”, “apakah seorang pemimpin yang marah pada petugas pungli dan pengusaha yang ingin melanggar Undang-Undang karena getol meminta perpanjangan izin usaha tidak pantas dimarahi?” Bukannya selama ini sudah terlalu banyak “bajingan” di perusahaan Negara yang dikeluhkan oleh masyarakat? Jangan pilih Ahok deh karena dia suka marahin orang yang salah (ini logikanya bagaimana?!). Ahok hanya Pencitraan Salah satu hal yang membuat Ahok punya popularitas yang tinggi di masyarakat Ibu Kota adalah karena visi dan misinya yang terlihat tegas dengan Undang-Undang dan juga kepetingan untuk rakyat. Hanya saja, hal tersebut pun terlihat seperti pencitraan pasalnya setiap kali Ahok menunjukkan tajinya untuk membela masyarakat ia selalu diliput oleh media. Hal tersebut pun membuat sebagian orang menilai jika visi dan misi Ahok yang pro rakyat hanya pencitraan semanta sehingga ia dinilai tidak pantas jadi DKI 1 di periode selanjutnya. Tapi, tudingan pencitraan tersebut sebenarnya hanya penilaian dari satu sisi semata, apalagi bagi mereka yang mungkin merasa terancam dengan tindakan tegas Ahok. Mau bukti? Video kedua di atas sebenarnya sudah punya cukup bukti pasalnya hampir setiap hari di kantor Ahok selalu dikerumuni oleh media. Jika memang Ahok melakukan pencitraan seharusnya ia bertindak tegas saat masih dalam masa kampanye dan jika memang pencitraan seharusnya sampai sekarang tidak ada satupun program yang berjalan. Karena yang namanya pencitraan hanya janji manis tanpa ada hasil, iya gak? Ahok adalah Gubernur yang Suka Menggusur Rakyat Kecil! Jangan pilih Ahok karena Ahok adalah Gubernur DKI Jakarta yang suka menggusur rakyat kecil yang tidak bisa melawan. Terbukti dari banyaknya penggusuran yang ia lakukan disana-sini salah satunya adalah penggusuran pedagang kaki lima di Tanah Abang, penggusuran di Kampung Pulo, penggusuran Kalijodo dan yang terbaru penggusuran di daerah Luar Batang. 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatPenggusuran yang dikomandoi langsung oleh Ahok sudah menjadi bukti alasan kuat untuk tidak memilih Ahok di pemilukada tahun 2017 mendatang. Karena tindakan tegasnya untuk menggusur rakyat kecil yang sudah puluhan tahun mendiami tempat tinggal mereka terbukti jika Ahok tidak pro dengan rakyat. Itulah alasan kuat yang selama ini dilayangkan oleh para lawan-lawan Ahok. Hanya saja lagi-lagi hal tersebut belum tentu benar, pasalnya penggusuran yang dilakukan oleh Gubernur Ahok sebenarnya lebih pro dengan rakyat kecil dan sangat mengutamakan kepentingan hak-hak warga DKI Jakarta lainnya. Terbukti dengan tertibnya pasar Tanah Abang yang dulu ramai di penuhi PKL dan premanisme, Kampung Pulo yang kini sudah lengang dan daerahnya sudah berfungsi seperti seharusnya dan praktek-praktek prostitusi yang marak di Kalijodo sudah berkurang. Hal tersebut sudah menggambarkan jika proses penggusuran yang dilakukan oleh Ahok sudah tepat apalagi mereka yang digusur pun sudah diberikan tempat yang lebih layak. Atau mungkin sebagian warga Jakarta memang lebih memilih hidup kotor, tidak sehat, sering kebanjiran dan penuh maksiat. Ahok Melakukan Korupsi dalam Pembelian Lahan RS Sumber Waras 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatJangan pilih Ahok karena dia tukang korupsi! Hal tersebut pun telah dibuktikan oleh temuan dari tim Auditor yang bersifat independen yaitu Badan Pemeriksa Keuangan. Dalam temuannya tim investigasi BPK menemukan sejumlah kejanggalan dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras sehingga menyebabkan kerugian pada Negara hingga 191 miliar rupiah. Apakah seorang koruptor pantas untuk di pilih jadi DKI 1? 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatTunggu dulu, dugaan korupsi yang ditudingkan pada Ahok sampai sekarang masih dalam tahap pemeriksaan. Bahkan tim KPK pun belum meningkatkan kasus Sumber Waras ke tahap penyelidikan. Namun faktanya, tudingan korupsi ini sebenarnya memiliki sisi yang cukup aneh bahkan menurut saya sangat menggelikkan. Pertama, hasil audit masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 71 tahun 2012 yang mana sebenarnya PerPres tersebut sudah diubah ke Pasal 121 Peraturan Presiden Nomor 40 tahun 2014. Kedua perbedaan alamat, hasil audit menyebutkan jika Sumber Waras berada di Jalan Tomang Utara sedangkan lansiran resmi dari pihak Yayasan RS Sumber Waras menyebut jika RS Sumber Waras berada di Jalan Kiyai Tapa. Dan yang terakhir adalah perbedaan versi nilai NJOP yang digunakan oleh tim Audit dengan pihak RS Sumber Waras dan juga Pemprov DKI. 7 Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpat Jangan Pilih Ahok karena Dia Tidak Diusung Partai Politik Selama ini pemilihan kepala daerah bahkan hingga Presiden dipilih melalui jalur demokrasi, hanya saja di balik itu selalu ada partai politik yang mengusungnya. Partai Politik selama ini dikenal sebagai partai yang memiliki basis pendukung yang loyal karena para pendukungnya percaya jika orang-orang yang akan ditunjuk oleh partai sebagai pemimpin akan menjadi sosok pemimpin yang pro dengan rakyat. Sementara Ahok maju di pemilukada 2017 tanpa diusung parpol yang hanya didukung oleh Teman Ahok. Jangan pilih Ahok karena ia tidak punya pendukung yang percaya jika ia pro dengan rakyat. Ok saya akui hal tersebut sangat mengada-ada dan tanpa memiliki landasan yang kuat bahkan logikanya terlalu dangkal! Faktanya partai politik sekarang ini justru telah banyak menjadi pesakitan. Bahkan sudah bukan rahasia lagi jika pemimpin-pemimpin yang diusung dari partai justru tidak pro dengan rakyat. Korupsi dimana-mana, lebih mementingkan kepentingan partai ketimbang rakyat, saling berbagi “tambang emas” dalam program untuk rakyat bahkan lebih mementingkan kepentingan pribadi mereka seperti yang pernah saya tulis dalam artikel 5 Permintaan Dewan Rakyat Paling Memalukan. Apakah ini bukti jika calon yang diusung oleh partai politik yang punya banyak pendukung lebih pro dengan rakyat? Jangan Pilih Ahok karena Bukan Muslim Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatSosok Basuki Tjahaja Purnama merupakan salah satu umat Kristiani yang ada di tanah air. Jadi jangan pilih Ahok karena Ahok bukanlah seorang umat Muslim, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Ali’Imran ayat 28, surah An-Nisa ayat 144 dan surah Al Maidah ayat 57. Yang mana dalam ketiga surah tersebut umat Muslim dilarang untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Jadi jangan pilih Ahok! Tapi, apakah benar dengan kepemimpinan seorang muslim dapat menjamin pemerintahan Ibukota tanpa korupsi? Apakah benar dengan pemimpin berkeyakinan muslim sudah pasti dapat mewujudkan pemerintahan Ibukota yang pro kepentingan rakyat? Data membuktikan bahwa kementerian agama dicap ‘terkorup’ dengan menduduki peringkat paling bawah dalam indeks integritas tahun 2011, yang mana menunjukkan banyaknya praktek suap dan gratifikasi instansinya. Ini berarti, keyakinan seseorang bukanlah standar kepimimpinan yang layak dan bersih dari korupsi. Lagipula, walaupun dengan jumlah penduduk yang mayoritas islam, negara Indonesia tidak berdiri dengan sistem pemerintahan dan hukum islam secara resmi. Indonesia mengakui keabsahan 5 agama lainnya, yang kemudian akan menjadi tidak adil jika pemilihan pemimpin dikaitkan dengan aturan agama tertentu saja. Jangan Pilih Ahok karena Bukan Pribumi Alasan Jangan Pilih Ahok oleh SegiEmpatBasuki Tjahaja Purnama merupakan pria keturunan Tionghoa bahkan ia memiliki nama Zong Wanxue. Nah, mana ada orang pribumi yang memiliki nama seperti itu? Jadi jangan pilih Ahok karena dia bukan pribumi! Alasan ini tentu menjadi alasan yang konyol dan tidak masuk akal. Siapa bilang Ahok bukan orang Indonesia? Coba cek akta kelahiran Ahok, coba cek Kartu Tanda Penduduk Ahok apakah disebutkan jika Ahok bukan orang Indonesia? Inilah salah satu bukti jika masih banyak orang yang bersikap rasis di tanah air. Padahal, Indonesia pun telah lama menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara yang mana telah mengatur semua hak untuk setiap warga Negara Indonesia termasuk suku, agama dan etnis yang ada di Indonesia. Nah, tidak mengakui ke-pribumi-an Ahok berarti tidak mengakui Dasar Negara Indonesia. Apakah perlu saya ingatkan lagi orang-orang pribumi yang justru melanggar hak-hak masyarakat Indonesia? Mungkin Anda punya pendapat yang berbeda tentang 7 alasan di atas. Atau bahkan mungkin kita sendiri sebenarnya belum siap dengan perubahan, belum siap dengan kebenaran, belum siap bangkit dari penindasan, belum siap melepaskan diri dari perbudakan dan belum siap untuk keluar dari pembodohan. Well, mungkin sebaiknya memang jangan pilih Ahok! Artikel ini bukan untuk menjelek-jelekan pihak lain atau mempromosikan pihak-pihak tertentu.full story

Merak-Banyuwangi

harianwarta.com Tersambung Tol di Tahun 2019,

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan Pulau Jawa, dari Merak hingga Banyuwangi akan tersambung oleh jalan tol hingga tahun 2019 nanti yakni melalui jalan tol Trans Jawa. Tak hanya itu, untuk mengurai kemacetan serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di selatan Pulau Jawa, sejumlah ruas jalan tol di pulau terpadat di Indonesia ini juga akan dibangun. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), seperti dikutip harianwarta.com, Senin (24/4/2017), ruas-ruas tol di Pulau Jawa yang akan tersambung terdiri dari 3 bagian tol utama, yakni tol Jabodetabek, Trans Jawa dan non Trans Jawa. Untuk tol Jabodetabek, akan ada 106 km panjang jalan tol yang bakal tersambung hingga 2019. Untuk tahun ini sendiri, ditargetkan bakal ada 36 km panjang jalan tol yang beroperasi. Di antaranya yang sudah adalah tol akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 km yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Sedangkan sisanya yang saat ini masih dikerjakan adalah Cengkareng-Kunciran 14 km, Kunciran-Serpong 11 km, Serpong–Cinere 10 km, Cimanggis–Cibitung 25 km, Cibitung-Cilincing 34 km, Depok–Antasari 22 km, Bekasi-Kampung Melayu 21 km, Sunter-Rawa Buaya 20 km, dan Batu Ceper-Sunter–Pulo Gebang 9 km. Sementara untuk tol Trans Jawa, menjadi ruas terpanjang yang ditargetkan bakal beroperasi, dengan panjang 575 km. Hingga tahun 2016 lalu, total panjang tol yang telah beroperasi adalah 206 km, dan tahun ini ditargetkan ada 48 km yang bakal beroperasi. Beberapa ruas di antaranya adalah sebagian seksi dari ruas Batang-Semarang dan Semarang-Solo, Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya. Sedangkan untuk tol non Trans Jawa, ada 140 km jalan tol yang ditargetkan beroperasi hingga tahun 2019 mendatang. Tahun ini ditargetkan bakal ada 26 km yang beroperasi, sehingga total panjang ruas yang telah beroperasi hingga akhir tahun nanti menjadi 69 km. Ruas-ruas tol non Trans Jawa di antaranya adalah tol Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 km, Gempol-Pasuruan 34,15 km, Pasuruan-Probolinggo 31,3 km, dan Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170 km. Progres saat ini untuk setiap ruas sendiri berbeda-beda. Ada yang sudah beroperasi sebagian kecil, ada yang telah melaksanakan proses konstruksi, ada yang masih dalam pembebasan lahan, dan ruas-ruas pendukung yang masih akan dilakukan lelang tenderfull story

Merak-Banyuwangi

harianwarta.com Tersambung Tol di Tahun 2019,

Jakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan Pulau Jawa, dari Merak hingga Banyuwangi akan tersambung oleh jalan tol hingga tahun 2019 nanti yakni melalui jalan tol Trans Jawa. Tak hanya itu, untuk mengurai kemacetan serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di selatan Pulau Jawa, sejumlah ruas jalan tol di pulau terpadat di Indonesia ini juga akan dibangun. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), seperti dikutip harianwarta.com, Senin (24/4/2017), ruas-ruas tol di Pulau Jawa yang akan tersambung terdiri dari 3 bagian tol utama, yakni tol Jabodetabek, Trans Jawa dan non Trans Jawa. Untuk tol Jabodetabek, akan ada 106 km panjang jalan tol yang bakal tersambung hingga 2019. Untuk tahun ini sendiri, ditargetkan bakal ada 36 km panjang jalan tol yang beroperasi. Di antaranya yang sudah adalah tol akses Tanjung Priok sepanjang 11,4 km yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Sedangkan sisanya yang saat ini masih dikerjakan adalah Cengkareng-Kunciran 14 km, Kunciran-Serpong 11 km, Serpong–Cinere 10 km, Cimanggis–Cibitung 25 km, Cibitung-Cilincing 34 km, Depok–Antasari 22 km, Bekasi-Kampung Melayu 21 km, Sunter-Rawa Buaya 20 km, dan Batu Ceper-Sunter–Pulo Gebang 9 km. Sementara untuk tol Trans Jawa, menjadi ruas terpanjang yang ditargetkan bakal beroperasi, dengan panjang 575 km. Hingga tahun 2016 lalu, total panjang tol yang telah beroperasi adalah 206 km, dan tahun ini ditargetkan ada 48 km yang bakal beroperasi. Beberapa ruas di antaranya adalah sebagian seksi dari ruas Batang-Semarang dan Semarang-Solo, Kertosono-Mojokerto dan Mojokerto-Surabaya. Sedangkan untuk tol non Trans Jawa, ada 140 km jalan tol yang ditargetkan beroperasi hingga tahun 2019 mendatang. Tahun ini ditargetkan bakal ada 26 km yang beroperasi, sehingga total panjang ruas yang telah beroperasi hingga akhir tahun nanti menjadi 69 km. Ruas-ruas tol non Trans Jawa di antaranya adalah tol Ciawi-Sukabumi sepanjang 54 km, Gempol-Pasuruan 34,15 km, Pasuruan-Probolinggo 31,3 km, dan Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170 km. Progres saat ini untuk setiap ruas sendiri berbeda-beda. Ada yang sudah beroperasi sebagian kecil, ada yang telah melaksanakan proses konstruksi, ada yang masih dalam pembebasan lahan, dan ruas-ruas pendukung yang masih akan dilakukan lelang tenderfull story

Ormas Islam Ini Dukung Ahok Jadi Gubernur

harianwarta.com berita teraktual toko taketama.com, taxi online jurumudi.com, suntikbeton.com, epoxyJelang Diserbu Kapal Raksasa

Diangkatnya Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur definitif DKI Jakarta terus menuai dukungan. Kali ini dukungan tersebut datang dari ormas Islam Ahlulbait. Ormas tersebut merupakan kelompok masyarakat yang menaungi kaum muslim Syiah di Tanah Air. Dukungan terhadap pria yang kerap di sapa Ahok ini pun meluncur langsung dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ahlulbait, Ahmad Hidayat. "Selama dia menjadi pemimpin yang adil menjalankan amanah konstitusi maka kita siap mendukung Ahok," sebut Ahmad di sela-sela pembukaan Muktamar Alhulbait di Kantor Kementerian Agama di Jakarta, Lebih lanjut, Ahmad menyebut, Alhulbait sama sekali tidak masalah Ibukota Jakarta dipimpin oleh Ahok yang bukan pemeluk muslim. Pernyataan Ahmad bertentangan dengan sejumlah ormas Islam lain termasuk kelompok garis keras Front Pembela Islam (FPI) yang terus menentang penunjukan eks Bupati Belitung Timur ini. "Bagi kita daripada dia haji, daripada dia muslim tapi koruptor dan tidak adil, maka lebih baik dia adalah orang yang mempercayai agama lain tapi berlaku adil menegakkan keadilan memenuhi hak-hak rakyat serta melaksanakan amanah konstitusi," tegas dia. Namun ditegaskan Ahmad, di masa depan, Ahlulbait bisa saja menarik dukungan jika Ahok sudah tidak berlaku adil terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. "Kalau dia berlaku zalim, tidak adil dan melangkahi konstitusi maka kita wajib menurunkan Ahok," tegas dia. Seperti diketahui, DPRD DKI Jakarta hari ini resmi mengumumkan pengangkatan Ahok sebagai Gubernur. Penunjukan itu pun rencananya akan segera dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam waktu dekat.full story

Berita 24 Jam

Ratna Sarumpaet: Jangan Pilih Ahok

harianwarta.comLagi Dalam Pilkada DKI 2017

Profil merakyat sejukabadi.com Aktivis Ratna Sarumpaet menuding ada kejahatan tersembunyi antara Ahok dengan para investor dan pengusaha properti Indonesia di Kampung Pulo. Itu yang ditegaskan Ratna dalam acara gerakan #lawanAhok di Markas Pergerakan Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 43 Jakarta Selatan (5/9). “Di kampung Pulo kejahatan Ahok dengan investor,” ujarnya. Ratna masih enggan membeberkan kartu trufnya soal kejahatan tersembunyi macam apa yang tengah disusun Ahok di Kampung Pulo. Namun dia ingatkan warga Jakarta bahwa Ahok sangat tertarik pada bisnis. Dia juga memiliki relasi yang kuat dengan raja properti Agung Podomoro Group (APG). “Dia memang orang Podomoro, dia penasehat dan dibayar oleh Podomoro saat jaman Sutiyoso (mantan Gubernur DKI Jakarta). Makanya harus dicurigai. Ketertarikannya pada bisnis sangat kuat,” katanya. Ratna membantah tudingannya tersebut sebagai bentuk provokasi kepada masyarakat. Ia mengaku tindakannya untuk mengingatkan warga Jakarta agar tidak lagi memilih Ahok dalam Pilkada Jakarta 2017 nanti. “Apa yang dilakukannya bertahun-tahun ya memang sebagai orangnya Podomoro. Aku mengingatkan pentingnya Ahok tidak memimpin Jakarta lagi,” tandasnya.full story

Read All Latest News
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Iklan Premium Harianwarta.com

Subscribe Newsletter

Blog Harianwarta

Tips Cara Mengemudi Mobil

Posted by Harianwarta.com Dikirim oleh Tamnahu.com
Tips Cara Mengemudi Ala Tamnahu

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Idan
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Fitrah A.R.
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Despon
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Sahala Tua
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh A. Haris Ibrahim
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Polling

harianwarta.com

Apa saja yang harus di perbaiki oleh pemerintah terbaru nanti

Infrastruktur
Perekonomian
Pendidikan
Kesehatan
Hukum
Politik

Viwe Result
Harianwarta.com2014 - 2016