HARIAN WARTA
image

Penemu "GPS" Otak Raih Nobel Fisiologi/Kedokteran

Jakarta (Antara) - sejukabadi.com Majelis Nobel di Karolinska Institutet memutuskan memberikan Hadiah Nobel Fisiologi/Kedokteran kepada John O'Keefe serta May-Britt Moser dan Edvard I. Moser untuk temuan sel yang menyusun sistem posisi dalam otak. Sekretaris Komite Nobel untuk Fisiologi dan Kedokteran Göran K. Hansson mengumumkan nama penerima Hadiah Nobel tersebut di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia, Senin. Para penerima Nobel Fisiologi/Kedokteran tahun ini menemukan sistem posisi, "GPS di dalam otak" yang memungkinkan kita memandang diri kita di dalam ruang, mendemonstrasikan basis seluler untuk fungsi kognitif yang lebih tinggi, demikian seperti dilansir laman resmi Nobel. Mereka menemukan sistem yang menunjukkan bagaimana kita tahu di mana kita berada, bagaimana kita menemukan jalan dari satu tempat ke tempat lain dan bagaimana kita bisa menyimpan informasi-informasi itu sehingga bisa segera menemukan jalan ketika berada di jalur yang sama lain kali. "Kemampuan untuk mengetahui di mana kita berada dan bagaimana kita menemukan jalan sangat penting untuk keberadaan kita," kata anggota Komite Nobel, Ole Kiehn, dalam konferensi pers yang disiarkan lewat laman YouTube. "Misalnya, bagaimana kita tahu kita ada di lapangan di depan tempat konser di Stockholm dan bagaimana kita bisa menemukan jalan ke tempat lain di kota ini serta bagaimana kita bisa menyimpan informasi ini supaya kita bisa menggunakan jalan ini lagi lain kali," kata ahli ilmu syaraf itu. "Dan bagaimana otak melakukan fungsi yang sedemikian kompleks? Pekerjaan para penerima Nobel telah menjawab pertanyaan ini," katanya. Tahun 1971, John O´Keefe menemukan komponen pertama sistem posisi itu. Dia menemukan satu tipe sel syaraf di area otak yang disebut hippocampus yang selalu aktif ketika tikus berada di tempat tertentu dalam ruangan. Sel-sel syaraf yang lain aktif ketika tikus itu berada di tempat lain. O´Keefe menyimpulkan bahwa "sel-sel tempat" ini membentuk satu peta ruangan. Lebih dari tiga dekade kemudian, tahun 2005, suami istri Edvard dan May-Britt Moser menemukan kunci lain dari komponen sistem posisi otak. May-Britt Moser, profesor ilmu syaraf yang lahir di Norwegia tahun 1963, saat ini menjabat sebagai Direktur Centre for Neural Computation di Trondheim. Sementara Edvard I. Moser, yang lahir tahun 1962 di Norwegia, sekarang menjabat sebagai Direktur Kavli Institute for Systems Neuroscience di Trondheim. Mereka mengidentifikasi tipe sel syaraf lain yang mereka sebut "sel jaringan", yang membangkitkan sistem koordinat dan memungkinkan pemosisian dan penemuan jalan yang tepat.

"Riset mereka selanjutnya menunjukkan bagaimana sel-sel tempat dan jaringan memungkinkan penentuan posisi dan navigasi.full story

image

Penemu Lampu Hemat Energi Dapat Nobel Fiska

8/10 - "Royal Swedish Academy of Sciences", Selasa, memutuskan memberikan Hadiah Nobel Fisika 2014 kepada Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura untuk temuan sumber cahaya baru yang efisien energi dan ramah lingkungan, diode pemancar cahaya biru (Light-Emitting Diode/LED). Dalam spirit Alfred Nobel, penghargaan diberikan pada penemuan yang bermanfaat besar bagi kemanusiaan, menggunakan LED biru, cahaya putih bisa dikreasikan dengan cara baru, demikian siaran pers dari Royal Swedish Academy of Sciences di laman resmi Nobel. Kedatangan lampu-lampu LED memberikan alternatif sumber cahaya yang bertahan lama dan lebih efisien dibandingkan dengan sumber cahaya sebelumnya. Ketika Isamu Akasaki, Hiroshi Amano dan Shuji Nakamura menghasilkan pantulan cahaya biru terang dari semi-konduktor mereka pada awal tahun 1990-an, mereka memicu transformasi fundamental teknologi pencahayaan. Diode merah dan hijau sudah lama ada dalam waktu lama, tapi tanpa cahaya biru, lampu bercahaya putih tidak bisa dibuat. Meskipun upaya sudah cukup besar dilakukan, dalam komunitas ilmiah maupun industri, LED biru masih menjadi tantangan untuk tiga dekade. "Mereka berhasil ketika yang lain gagal," kata Royal Swedish Academy of Sciences. Intervensi mereka dinilai revolusioner. Lampu LED putih yang memancarkan cahaya putih terang bertahan lama dan efisien energi. Mereka terus menerus mengalami perbaikan, menjadi makin efisien dengan fluks cahaya lebih tinggi (dengan ukuran lumen) per unit masukan tenaga listrik (dalam ukuran watt). Rekor paling baru hanya 300 lm/W, yang bisa dibandingkan dengan 16 bohlam reguler dan hampir 70 lampu fluorescen. Karena sekitar seperempat konsumsi listrik dunia digunakan untuk tujuan pencahayaan, LED memberikan sumbangan besar untuk menyelamatkan sumber daya Bumi. Konsumsi material juga berkurang karena LED tahan sampai 100.000 jam, dibandingkan dengan 1.000 jam untuk bola lampu pijar dan 10.000 jam untuk lampu fluorescen. Lampu LED menjanjikan peningkatan kualitas hidup untuk 1,5 miliar orang di seluruh dunia yang kekurangan akses ke jaringan listrik: karena permintaan listrik yang rendah mereka bisa memanfaatkan tenaga surya yang murah. Penemuan LED biru baru berusia 20 tahun, tapi sudah memberikan sumbangan untuk menciptakan cahaya putih dengan cara yang sepenuhnya baru untuk keuntungan bagi semua. Konsumsi listrik dan material jadi lebih hemat berkat temuan Isamu Akasaki, Hiroshi Amano, dan Shuji Nakamura. Isamu Akasaki, yang lahir di Jepang tahun 1929, adalah profesor di Nagoya University dan Meijo University. Hiroshi Amano lahir tahun 1960 di Jepang dan sekarang merupakan profesor di Nagoya University. Klikgambar.

Isamu Akasaki, yang lahir di Jepang tahun 1929, adalah profesor di Nagoya University dan Meijo University. Hiroshi Amano lahir tahun 1960 di Jepang dan sekarang merupakan profesor di Nagoya University. Sementara Shuji Nakamura merupakan warga negara Amerika yang lahir di Jepang tahun 1954. Dia adalah profesor di University of California, Santa Barbara, California.full story

updated 12 minutes ago
harianwarta.com

Asal-usul Harta Ketua DPR dan Ketua MPR pada PPATK dan KPK

Klikgambar.

Sedangkan, pundi-pundi kekayaan Setya Novanto mencapai Rp 73 miliar dan US$ 17.781 per 2009. Jumlah itu naik 100 persen dari hartanya pada 2001 yang bernilai Rp 35 miliar. full story

Tape Back Up 5 1/4

sri mugni halimKetua MPR Zulkifli Hasan Pernah Diperiksa KPK

Politikus Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 2014-2019. Terpilihnya Zulkifli sebagai Ketua MPR merupakan paket yang diajukan koalisi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Komposisi paket tersebut adalah Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua MPR Mahyuddin, Evert Erenst Mangindaan, Hidayat Nur Wahid, dan Oesman Sapta Odang. Lalu, siapa Zulkifli Hasan? Sebelum terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019, dia menjabat sebagai Menteri Kehutanan periode 2009-2014. Zulkifli pernah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi pada 24 Juni lalu. Saat itu pria kelahiran Lampung Selatan tersebut diperiksa terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap tukar-menukar kawasan hutan di Bogor, Jawa Barat. Dia diperiksa sebagai saksi untuk perantara suap Bupati Bogor Rachmat Yasin dengan tersangka FX Yohan Yap. Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK pada awal Juni 2014 yang dalam rangkaiannya mencokok Bupati Bogor Rachmat Yasin, FX Yohan, dan Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor Muhammad Zairin.Setelah pemeriksaan intensif terhadap para saksi yang ditangkap KPK, penyidik menduga komitmen suap ke Bupati Rachmat Yasin mencapai Rp 5 miliar. Yohan menjadi perantara suap dari Komisaris Utama PT Bukit Jonggol Asri sekaligus Direktur Utama PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala terkait perizinan kawasan hutan seluas 2.754 hektare di Jonggol, Bogor. Jenis hutan yang rencananya akan dialihfungsikan tersebut adalah hutan lindung. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas sebelumnya menyebutkan ada kewenangan Kementerian Kehutanan dalam proses perizinan alih fungsi hutan yang diduga hutan lindung tersebut. Yohan sudah divonis 1,5 tahun. Adapun perkara Rachmat Yasin masih dalam tahap persidangan. Cahyadi sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini pada 30 September lalufull story

Berita 24 Jam

Warta General

harianwarta.comAsal-usul Harta Ketua DPR dan Ketua MPR pada PPATK dan KPK

Peneliti Indonesian Institute for Development and Democracy (INDED), Arif Susanto menilai wajar jika publik meragukan integritas dua pimpinan parlemen yakni, Setya Novanto sebagai ketua DPR RI dan Ketua MPR, Zulkifli Hasan. Apalagi jika melihat dua tokoh politik dari koalisi merah Putih (KMP) itu beberapa kali terlihat diperiksa oleh Komisi pemberantasan Korupsi (KPK). Karena itu, menurut Arif Susanto, wajar pula publik menantang Setya Novanto dan Zulkifli Hasan membuktikan integritasnya dengan membuktikan harta kekayaannya berasal dari hasil kerja yang legal. "Saya Ingin menantang dua ketua kita ini, Zulkifli Hasan dan Setya Novanto. Saya Ingin menantang kedua orang ini untuk membuktikan integritasnya bukan dengan cara seperti Anas Ubaningrum. 'Kalau Korupsi satu rupiah saja. Mereka Siap digantung.' Bukan bukti seperti itu," tegas Arif dalam Diskusi bertajuk "Politik Bohong dan Jegal-jegalan: Mampukah Jokowi Bertahan?", di Cikini, Jakarta, pada Minggu (12/10/2014). Menurutnya, adalah hak publik untuk meminta PPATK dan KPK serta para penegak hukum untuk membuka dan menjelaskan asal harta kekayaan Zulkifli Hasan dan Setya Novanto Memang berawal Dari hasil kerja halal."Mari kita tanya PPATK, kita tanya KPK, dan para penegak hukum 'benarkah bahwa harta kekayaan yang dilaporkan oleh dua figur ini, adalah harta yang memang dihasilkan dari usaha-usaha yang legal?" Demikian menurutnya. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dirilis KPK, kekayaan Zulkifli Hasan pada 2013 mencapai Rp 24,43 miliar dan US$ 50 ribu. Nominal itu bertambah sekitar Rp 600 juta dan US$ 50 ribu sejak jadi Menteri Kehutanan. full story

Berita 24 Jam

Warta General

harianwarta.comKetua MPR Terpilih Zulkifli Hasan Pernah Diperiksa KPK

Pemilihan Umum untuk memilih President dan Wakil President RI ke 7 sangatlah di tunggu rakyat pada tanggal 9 juli 2014, Semua Capres dan Wapres memberikan Janji serta menginginkan banyak perubahanfull story

Berita 24 Jam

Warta Ragam

harianwarta.comNews Title 02

Morbi tristique, risus quis congue pulvinar, nisl nisi commodo diam, a porta nisi ligula ac massa. Vestibulum blandit full story

Read All Latest News
Valid XHTML 1.0 Transitional Valid CSS!

Subscribe Newsletter

Blog Warta

Jokowi-Jusuf Kalla Periksa Kesehatan

Posted by WartakanDi kirim olehDespon Roy Cyman Sinaga
Aliquam tristique lacus in sapien. Suspendisse potenti. Ut sed pede.
15:00 Mei 22, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Prabowo-Hatta Periksa Kesehatan

Posted by Wartakan Di kirim oleh Roland sinaga
Integer imperdiet odio ac eros. Ut id massa. Nullam nunc. Vivamus sagittis varius lorem.
15:00 Mei 23, 2014

Polling

harianwarta.com

Apa saja yang harus di perbaiki oleh pemerintah terbaru nanti

Infrastruktur
Perekonomian
Pendidikan
Kesehatan
Hukum
Politik

Viwe Result
This template downloaded form free website templates